Tampilkan postingan dengan label Bandar Domino. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandar Domino. Tampilkan semua postingan

“ Mempunyai Seorang Ayah Yang Bisu, Namun Anaknya Tidak Ingin MempunyaI Ayah Yang Bisu Di Karenakan Kehidupan Anak Ini Merasa Malu “

“ Mempunyai Seorang Ayah Yang Bisu, Namun Anaknya Tidak Ingin MempunyaI Ayah Yang Bisu Di Karenakan Kehidupan Anak Ini Merasa Malu “

( Part 7 )



10 tahun kemudian, Jessica sudah berumur 11 tahun dan sudah memasuki ke tingkat kelas 6 SD, maka Wandy pun sudah sudah mengalami mata buta dengan bagian kirinya, jadi Wandy pun sulit untuk melihat perjalanan menuju sekolah anaknya. Ketika Wandy sudah sampai di di sekolah Wandy ingin kembali ke tempat kerja Eric, maka Wandy pun segera kembali akan tetapi di tengah jalan menemukan beberapa sekelompok orang preman yang suka menganggu orang tua atau memukul orang yang telah melewati mereka tanpa permisi atau izin dan tidak memberikan uang preman untuk mereka, maka preman ini akan mukul Wandy di tengah jalan. Singkat cerita, orang preman ini menyuruh Wandy mengeluarkan lidahnya dan tidak sengaja mereka memotong lidah Wandy dan memukul wajah Wandy di karenakan Wandy tidak memberikan uang preman kepada mereka, jadi Wandy pun tidak bisa melawan dengan mereka yang jumlah begitu banyak.


Preman ini ketika sudah menyiksa Wandy dengan begitu kasar, maka Wandy pun sudah lemas dan tiba” hp Wandy berbunyi dan ternyata Eric yang menelepon Wandy. Jadi Wandy waktu ingin berbicara, Wandy sudah tidak bisa berbicara lagi di kaernakan lidah Wandy sudah merasakan perih dan sakit banget, dan tak lama Wandy sms Eric kalau Wandy sedang mengalami musibah di dekat sekolah anaknya. Dalam waktu 20 menit Eric juga sudah sampai di tempat sekolah anaknya Wandy dan melihat di suatu tempat yang begitu ramai dan juga ada beberapa polisi yang sedang di TKP ke lokasi Wandy tersebut. Maka Eric pun segera menuju ke sana dan melihat Wandy sudah sangat terluka, jadi Eric akan menyuruh polisi untuk mencari pelaku yang sudah membuat Wandy seperti ini.
Dari pihak kepolisian pun bertanya kepada Eric :
Polisi : selamat siang tuan, anda tidak boileh memasuki wilayah yang sedang id TKP oleh pihak kepolisian.
Eric : selamat siang pak, aku ini bos kerjanya dari tuan ini yang sedang terluka pak.
Polisi : oh, maaf pak kami tidak tau kalau bapak adalah bossnya.
Eric : pak, kenapa dengan karyawan saya ini pak? Siapa yang sudah melakukan hal ini semua? Dan aku minta tolong pak polisi akan segera menangkap orang pelaku yang sudah melakukan karyawan saya seperti ini, dan pak polisi segera melaporkan ambulance untuk membawa ke rumah sakit iya.
Polisi : oke, akan saya melacak siapa pelakunya yang sudah melakukan hal seperti ini.
Eric : tolong pak polisi segera menangkap para pelaku dan segera menghubungi saya iya pak, jika pelakunya sudah kedapatan.

2 hari kemudian, ternyata para pelaku juga sudah di temukan oleh pihak kepolisian, maka pihak polisi pun segera telepon kepada bapak Eric agar menyuruh Eric memberikan sanksi yang tegas untuk mereka. Sedangkan Wandy saat ini sedang di rawat oleh rumah sakit, dan anaknya Wandy yang bernama Jessica pun sementara di jemput dan di jaga oleh Eric hingga sampai Wandy sudah sembuh. Sedangkan Jessica dalam waktu 2 bulan dia terus bertanya kepada Eric kalau bapaknya beberapa hari ini tidak melihat ayahnya, maka Eric pun ingin memberikan tau kepada anaknya kalau ayahnya sudah di siksa dan di saikiti oleh orang jahat di jalanan, akan tetapi Eric sangat takut dengan anaknya jika sampai terjadi kecemasan kepada orang tuanya, maka Eric akan membalikkan kata dari Jessica agar 
dia tidak bertanya kepada keadaan Wandy.

Setelah 1 minggu kemudian, Wandy juga sudah keluar dari rumah sakit dan sekarang Wandy pun juga tidak bisa berbicara lagi, maka asal Wandy ingin berbicara harus menggunakan tulis sebuah surat kalau Wandy sudah tidak bisa berbicara lagi, jadi Eric pun merasa kasihan kepada Wandy kalau selama kehidupannya sudah sangat sulit dan di tambah dengan beberapa bencana di hidupnya, jadi Eric akan memberikan sanksi yang lebih berat untuk para pelaku yang sudah melakukan ini semua untuk Wandy. Jadi Eric mengajak Wandy pergi menuju ke kantor polisi beserta anaknya bernama Jessica. Dan waktu di dalam mobil, Jessica terus bertanya kepada ayahnya, dan Wandy pun tidak bisa membalas percakapan dari anaknya, Wandy pun harus menulis dengan kata untuk anaknya baru bisa mengerti dengan keadaan Wandy saat ini. Sedangkan Jessica dari tadi sudah memanggil dan berbicara kepada ayahnya, akan tetapi ayahnya tidak berkata 1 pun untuk Jessica, maka Jessica 
merasa marah dan benci dengan ayahnya.

Ketika Eric dengan Wandy sudah sampai di kantor polisi, maka Eric pun segera turun dari mobil dan ingin berjumpa dengan para pelaku yang sudah melakukan hal keterlaluan dengan orang tua yang tidak berdosa, jadi Wandy dengan anaknya pun segera memasuki ke dalam ruangan bersama Eric, dan dari pihak kepolisian akan pertama bertanya kepada bapak Wandy dengan sebagai para korban dari kejadian ini, akan tetapi Wandy tidak bisa mengatakan dari mulutnya untuk pak polisi, maka Eric katakana kepada pak polisi bahwa Wandy ini menjadi seorang bisu, sedangkan anaknya Jessica pun awalnya tidak percaya kalau ayahnya adalah seorang bisu, akan tetapi Jessica tidak mengetahui dengan alasan yang sebenarnya. dan Jessica tidak ingin mempunyai ayah yang bisu, maka Wandy pun merasa sedih ketika melihat anaknya tidak menyayangi ayahnya dengan mengalami keadaan yang sekarang ini. jadi Eric pun melihat anaknya Wandy tidak menghargai dengan seorang ayah yang baik hati dengan selama ini sudah membesarkan dirimu hingga sekarang kamu sudah bisa sekolah menuju kelas 3 Smp, kamu membalas dengan ayah kamu seperti itu dengan tidak memiliki perasaan, Wandy pun sedih kalau anaknya sudah tidak menganggap Wandy adalah ayahnya Jessica.


~ The End ~


“ Mempunyai Seorang Ayah Yang Bisu, Namun Anaknya Tidak Ingin MempunyaI Ayah Yang Bisu Di Karenakan Kehidupan Anak Ini Merasa Malu “

“ Mempunyai Seorang Ayah Yang Bisu, Namun Anaknya Tidak Ingin MempunyaI Ayah Yang Bisu Di Karenakan Kehidupan Anak Ini Merasa Malu “

( Part 6 )



1 tahun kemudian, anak Wandy pun sudah mulai bisa berjalan dan memulai belajar berbicara dan menandakan siapa ayah anak ini sebenarnya. Jadi Wandy kemarin memberikan namanya Jessica, dan pada hari itu juga Wandy pun sudah merasakan mata rabun atau sudah tidak bisa melihat dengan jelas, maka Wandy akan bertanya kepada Eric :
Wandy : pak, kenapa mata bagian kiri saya kok rabun iya pak. Menurut bapak waktu melihat mata bagian kiri saya ada berbeda tidak iya pak dengan bagian mata kanan saya?
Eric : waktu saya melihat ke dua mata tuan, itu dengan baik” saja kok tuan, tidak ada apa” dengan mata tuan.


Setelah Eric melihat dengan ke dua matanya, kalau mata Wandy hanya seperti mata biasa, akan tetapi Wandy yang melihat dengan orang lain sudah tidak jelas, jadi Wandy meminta Eric mengantarkan Wandy untuk pergi ke dokter agar cek dengan mata Wandy yang sebenarnya. Jadi Eric pun dengan senang hati membawa Wandy pergi ke dokter untuk mengecek mata Wandy yang sebelah kiri. Waktu kurang lebih 1 jam Eric dengan Wandy pun sudah sampai di rumah sakit kemarin yang pertama kali istri Wandy meninggal, maka Eric pun ingin mencari dokter yang kemarin periksa istri Wandy.

Dokter yang kemarin memeriksa istrinya Wandy pun keluar dari kantor ruanganya dan membawa Wandy ke dalam ruangan pemeriksaan kesehatan. Waktu Dokter memeriksa selama kurang lebih 10 menit dengan menggunakan lanser mata, maka Dokter sudah menemukan sebuah penyakit sinus dari dalam tubuhnya dan penyakit sinus dari Wandy ini pun sudah cukup parah, dokterpun sudah tidak bisa mengatasi masalah lagi, namun dokter hanya cukup mengatakan 1 kata untuk Wandy :
Dokter : sebelumnya saya meminta maaf atas sebesar”nya untuk kepada tuan Wandy, kalau setelah kami memeriksa mata bagian mata kiri tuan akan mengalami buta permanen, di karenakan penyakit tuan sudah lama mengalaminya. Akan tetapi tuan tidak pernah di cek untuk lebih lanjut makanya mata tuan yang bagian sebelah kiri sudah rusak dan tidak bisa melihat lagi dalam waktu kurang lebih 2 hari.

Wandy pun merasa sedih dan bertanya kepada Dokter :
Wandy : apa benar Dokter mata saya sudah tidak bisa di sembuhkan lagi? Aku tidak ingin mata saya buta Dokter.
Dokter : maafkan kami iya tuan kalau kami dari pihak dokter tidak bisa mengoperasi mata tuan lagi.
Eric : apa Dokter tidak memiliki obat yang sangat special untuk mengobati mata tuan Wandy ini? Biaya berapa pun akan saya bayar Dokter, asal tuan ini bisa di selamatkan dari kebutaan Dokter.
Dokter : maaf pak, kami dari pihak dokter tidak bisa mengobati mata dari tuan Wandy di karenkan mata bapak Wandy sudah mengalami gawat bapak Eric, jika kami akan terus mengoperasi lebih lanjut maka, Bapak dari saudara Wandy akan bisa mengalami kehilangan nyawa Bapak Eric.

Dokter pun setelah cek dengan mata Wandy ini sudah tidak bisa di operasi lagi, maka Wandy mau tidak mau harus ,menerima resiko ini semua. Jadi dari Eric akan mengatakan kepada Wandy “ tuan, namanya musibah itu kita tidak bisa menghindarinya tuan. Pasti ini semua akan mempunyai jalan keluarnya tuan dengan menggunakan kesabaran tuan “, maka Wandy pun menjawab, “ makasih iya bapak sudah menolong kehidupan saya selama ini, bapak juga mengatakan betul namanya musibah kita juga tidak bisa menghindarinya “. Maka Wandy akan mengatakan kepada anaknya “ nak, maafin ayah iya kalau kehidupan kamu sudah besar nanti kamu jangan pernah tinggalin ayah kamu yang memiliki mata buta iya nak, dan kamu juga jangan pernah menangis dan terus mengingatkan ibu kamu waktu melahirkan kamu, ibu kamu sudah meninggal.


Cerita ini akan di lanjutkan pada bagian : 

( Part 7 )


“ Mempunyai Seorang Ayah Yang Bisu, Namun Anaknya Tidak Ingin MempunyaI Ayah Yang Bisu Di Karenakan Kehidupan Anak Ini Merasa Malu “

“ Mempunyai Seorang Ayah Yang Bisu, Namun Anaknya Tidak Ingin MempunyaI Ayah Yang Bisu Di Karenakan Kehidupan Anak Ini Merasa Malu “

( Part 5 )



Wandy pun akan belajar dengan hari pertama di tempat perusahaan Eric sangat semangat dan Wandy pun sambil focus kerja dan memikirkan keadaan anaknya, Wandy akan terus bertanya kepada orang kantor bagian dalam ruangan kalau anaknya Wandy tidak terjadi hal apa” kan?, ujar dari Wandy. Maka Eric pun mengatakan kepada Wandy “ tuan tidak perlu khawatir dengan anak tuan, karena anak tuan kan sudah ada di tangan kami tuan jadi tuan tidak perlu takut dengan anak tuan iya, ujar dari Eric “. Maka Wandy pun merasa sangat senang kalau anaknya pun di jaga oleh orang lain dengan baik.


Selama beberapa minggu kemudian, Wandy merasakan tubuhnya lemah dan memulai kesakitan, jadi Wandy ingin mencoba meminta izin untuk istirahat sebentar atau izin 1 hari untuk istirahat kepada Eric, kalau Eric mengizinkan maka Wandy akan istirahat di dalam ruangan Eric akan tetapi Wandy harus bertanya kepada Eric terlebih dahulu :
Wandy : bapak, boleh saya meminta izin untuk istirahat sebentar tidak bapak karena badan aku lemas banget tiba” waktu di tempat pekerjaan pak. Jika bapak mengizinkan, saya akan beristirahat pak, jika bapak tidak mengizinkan, maka aku akan lanjut kerja pak.
Eric : kalau boleh tau, tuan sakit karena apa iya?

Wandy : saya juga tidak tau bapak, waktu saya sedang bekerja tiba” badan aku semua sakit pak, makanya dari pada saya terjadi sesuatu dan membuat bapak lebih panjik, aku lapor kepada bapak terlebih dahulu biar aku tidak membuat bapak lebih panic.
Eric : ywudah, kalau begitu tuan silahkan istrirahat di kantor saya dulu saja kurang lebih 3 jam iya nanti akan kita lihat masih sakit atau sudah sehat kembali iya tuan. Oh iya akan aku berikan obat untuk tuan dulu iya.
Wandy : makasih iya bapak sudah sangat baik kepadaku, akan aku usahakan sehat kembali iya bapak Eric.

Pada saat Wandy istirahat, tubuh Wandy pun merasa sudah purih kembali, akan tetapi bagian kiri mata Wandy memulai kabur, di karenakan Wandy memiliki sebuah penyakit sejenis sinus yang ada di dalam tubuhnya namun Wandy masih tidak merasa kecurigaan dari hasil mata bagian kirinya, maka Wandy tetap istirahat seperti tidak merasa terjadi sesuatu dengannya. 3 jam kemudian, Wandy di bangunin oleh Eric dan Eric akan bertanya kepada Wandy :
Eric : tuan, gimana perkembangan tuan sekarang? Apa sudah agak membaik atau masih tetap sakit tuan?

Wandy : eh bapak maaf iya kalau saya sampai ketiduran pak. Sudah agak membaik sih pak, akan tetapi badan bagian belakang aku tetap masih sakit sendikit pak.
Eric : jika tuan masih merasa sakit atau gimana, maka akan saya antarkan tuan pulang ke rumah terlebih dahulu saja, agar tuan bisa istirahat dengan waktu yang panjang untuk tuan. Lagian tuan kan sudah juga memasuki usia ke 40 an, jadi tuan harus menjaga diri sendiri tuan, apalagi tuan ada seorang anak yang masih bayi.

Wandy : jika saya pulang ke rumah sendirian, maka anak saya dengan siapa pak?
Eric : sementara anak tuan akan kami rawat dengan bersama kami iya tuan, yang penting tuan harus menjaga diri dengan baik, agar tubuh tuan sudah sehat kembali biar saya antar tuan kembali kerja lagi.
Wandy : okelah bapak, saya tidak keberatan. Dan akan saya besok kembali ke tempat kerja dengan tenaga yang fit dan tidak akan sakit kembali lagi iya bapak. Terima kasih atas perhatian dari bapak untuk saya.


Cerita ini akan di lanjutkan pada bagian : 

( Part 6 )


“ Mempunyai Seorang Ayah Yang Bisu, Namun Anaknya Tidak Ingin MempunyaI Ayah Yang Bisu Di Karenakan Kehidupan Anak Ini Merasa Malu “

“ Mempunyai Seorang Ayah Yang Bisu, Namun Anaknya Tidak Ingin MempunyaI Ayah Yang Bisu Di Karenakan Kehidupan Anak Ini Merasa Malu “

( Part 4 )



Pada di pagi hari pukul 08.00 WIB, Wandy sudah mempersiapkan diri untuk di jemput oleh bapak Eric. Maka Wandy sebelum berangkat ke tempat perusahaan Eric, maka Wandy harus mencari sebotol susu untuk bayinya akan tetapi Wandy masih belum mempunyai susu, maka Wandy pun sangat bingung. Jadi Wandy akan mencoba telepon kepada Eric sebelum datang untuk menjemput, Wandy meminta tolong untuk singgah di market membeli 1 kaleng susu yang untuk masih bayi di bawah 1 tahun. Maka Eric pun akan menerima permintaan dari Wandy dan Eric pun sebelum menuju ke rumah Wandy, Eric segera menuju ke minimarket terdekat dengan rumah Wandy dan Eric pun merasa kasihan kepada kehidupan Wandy.


Eric sengaja membeli 3 kaleng susu untuk anaknya dan Eric membeli sedikit makanan ringan dan alat mainan untuk anaknya Wandy ketika sudah memasuki umur di atas 2 tahun, jadi Eric pun segera menuju ke rumah Wandy dengan waktu yang sudah mendekati dengan waktu pukul 9 pagi. Jadi Eric pun menancap gas lebih kencang dan dalam waktu kurang lebih 20 menit sudah sampai di rumah Wandy. Eric pun segera turun dari mobil dan memanggil Wandy, waktu Wandy keluar membuka pintu untuk Eric, ternyata Eric membeli barang begitu banyak juga untuk kehidupan Wandy. Maka Wandy pun merasa malu dan tidak enak dengan Eric.

Wandy : bapak, kenapa kok bapak belanja dengan begitu banyak bapak? Aku takut nanti tidak punya uang yang cukup untuk membayar utang kepada bapak.
Eric : tuan, ini semua adalah keinginan saya sendiri kalau saya membeli ini semua itu rela untuk tuan. Dan tuan tidak perlu membayarnya. Kalau begitu yuk tuan kita sekarang berangkat ke tempat kerja saya sekarang.
Wandy : sebelum kita berangkat, boleh saya membawa barangnya masuk ke dalam dulu bapak?
Eric : oh silahkan tuan,tapi jangan terlalu lama iya tuan.
Wandy : oke pak, akan aku hanya meletakkan saja di meja, agar nanti malam saya baru susun barangnya iya pak.

Ketika Wandy sudah meletakkan ke belakang mejanya, anak Wandy menangis di karenakan anaknya sudah menandakan siapa ayah kandungnya jadi Eric pun mengendong anak Wandy dengan seperti anaknya sendiri. Maka tidak lama anak Wandy pun tidak menangis lagi, jadi Wandy pun melihat dengan sangat senang bahwa anaknya pun sudah memulai menyukai bapak Eric. Jadi Wandy pun segera keluar dan menuju ke dalam mobil Eric, ketika Wandy memasuki ke dalam mobil Eric Wandy merasakan perasaan Wandy tidak enak kalau menuju ke tempat kerja Eric namun Wandy terus berdoa dan sambil gendong anaknya hingga sampai di tempat perusahaan Eric.

Dalam waktu beberapa menit kemudian, akhirnya Eric dengan Wandy pun sudah sampai di perusahaan Eric dengan begitu luas, maka Wandy pertama tidak percaya dengan perusahaan Wandy dengan begitu besar, maka Eric pun mengatakan kepada Wandy, kalau inilah perusahaan Eric yang sebenarnya jadi saya ingin tuan bisa bekerja di tempat saya ini dengan sebaik mungkin iya tuan. Dan jika tuan memiliki masalah atau kendala dengan tuan atau anak tuan, maka tuan boleh mengatakan kepada saya atau orang yang ada di dalam kantor iya tuan, dan sekarang saya akan menetapkan tuan di salah satu posisi yang paling gampang untuk tuan.

Wandy pun mengikuti Eric hingga sampai di tempat tujuan yang di tentukan oleh Eric, jadi Wandy berjalan dengan secara perlahan – lahan kalau tempat perusahaan Eric benar begitu luas dan Wandy merasakan kalau di tempat pekerjaan Eric ini mungkin agak sulit dan tidak gampang untuk di jalankan, akan tetapi Wandy akan mencoba bekerja dengan Eric. Ketika sudah sampai di tempat lokasi Eric tentukan, maka Eric mengatakan kepada Wandy, jika Tuan ada masalah atau kesulitan maka tuan boleh meminta tolong kepada tetangga yang lain. Wandy pun menjawab Eric dengan kata oke bapak.


Cerita ini akan di lanjutkan pada bagian : 

( Part 5 )


“ Mempunyai Seorang Ayah Yang Bisu, Namun Anaknya Tidak Ingin MempunyaI Ayah Yang Bisu Di Karenakan Kehidupan Anak Ini Merasa Malu “

“ Mempunyai Seorang Ayah Yang Bisu, Namun Anaknya Tidak Ingin MempunyaI Ayah Yang Bisu Di Karenakan Kehidupan Anak Ini Merasa Malu “

( Part 3 )



Wandy akhirnya pun merasa sangat sedih ketika melihat istrinya sudah tidak ada lagi, maka Wandy akan berjanji kepada istrinya, “ sayang kenapa kamu begitu cepat pergi untuk meninggalkan aku dengan anak kita sayang. Akan aku berjanji kepada diri kamu kalau aku akan menjaga anak kita dengan sebaik mungkin, dan akan aku berusaha untuk merawat anak kita dengan seperti aku merawat diri kamu sayang, ujar dari Wandy dengan keadaan sedih “. Dan tak lama Wandy menangis di samping istrinya, maka Eric pun melihat dari depan kaca ternyata Wandy snagat mencintai istrinya dan Wandy tidak ingin kehilangan istrinya, jadi Eric pun merasakan memiliki sebuah buah hati untuk Wandy, dan Eric pun segera memanggil Wandy untuk keluar sebentar. Maka Wandy pun akan keluar untuk berbincang dengan Eric.


Pada saat Wandy sudah keluar dari ruangan kematian istrinya, maka Eric akan mencoba mentawarkan pekerjaan untuk Wandy, agar Eric bisa membantu keluarga Wandy dan kehidupan dari Wandy dan akan Eric membantu mencari seorang pembantu untuk menjaga anak bayi dari Wandy, jadi Wandy akan bertanya kepada Eric dengan keadaan wajah yang sedih :
Wandy : ada apa ya pak memanggil saya? Dengan wajah yang sambil menangis.
Eric : sebelumnya saya berminta maaf kalau sudah menganggu tuan. Iya saya memanggil tuan kemari untuk menawarkan tuan untuk bekerja di tempat perusahaan saya tuan. Lagian saya pun mengerti kalau tuan sangat sedih bahwa istri tuan sudah tidak ada lagi, jadi saya ingin membantu tuan untuk kehidupan tuan dengan anak tuan yang sedang bayi ini.

Wandy : tapi pak, saya bukan tidak mau bekerja dengan bapak akan tetapi aku kan harus menjaga anak saya pak. Jika aku bekerja dengan bapak, jadi anak saya siapa yang jaga pak? Kan kasihan anak saya pak kalau saya tinggalin anak aku sendirian, sambil menangis karena tangisan Wandy ini sampai kapan pun tidak bisa untuk menghilangkan rasa kepergian dari istrinya.
Eric : tuan tidak perlu bersedih lagi, kami mengerti dengan perasaan anda kok tuan. Makanya saya menawarkan tuan untuk bekerja dengan saya. Jadi tuan tidak perlu takut dengan anak tuan, karena saya akan mencari seorang pembantu baru atau istri saya untuk membantu merawat anak tuan. Tuan tidak perlu khawatir dengan saya iya, akan saya menanggung semuanya tuan.
Wandy : makasih iya pak sudah membantu saya untuk ini semua, saya sangat bangga dengan bapak dan saya tidak menyesal kenalan dengan bapak, jadi saya kapan baru bisa bekerja di tempat toko bapak kalau boleh saya tau iya bapak?
Eric : jika tuan ingin besok lansung bekerja di tempat toko saya, maka besok akan saya menjemput tuan untuk pergi ke tempat poerusahaan saya kok tuan, dan akan saya pertama mengajak istri saya untuk membawa anak tuan terlebih dahulu saja agar anak tuan tidak sendirian.
Wandy : oke, jadi besok saya harus siap” jam berapa iya bapak? Tapi rumah saya itu hanya kecil lho bapak seperti rumah gubuk.
Eric : saya tidak merasa keberatan biarpun rumah tuan mau seperti apa yang penting saya tidak pernah menjelek” kehidupan seseorang tuan, saya ingin menolong orang yang benar – benar serius dan baik hati baru akan saya tolong warga yang kesusahan tuan. Nanti besok pada pukul 09.00 wib akan saya menjemput tuan untuk ikut bersama saya iya, jika tuan sudah semua siap pada waktu pukul 9 pagi iya tuan.


Cerita ini akan di lanjutkan pada bagian : 

( Part 4 )


“ Mempunyai Seorang Ayah Yang Bisu, Namun Anaknya Tidak Ingin MempunyaI Ayah Yang Bisu Di Karenakan Kehidupan Anak Ini Merasa Malu “

“ Mempunyai Seorang Ayah Yang Bisu, Namun Anaknya Tidak Ingin MempunyaI Ayah Yang Bisu Di Karenakan Kehidupan Anak Ini Merasa Malu “

( Part 2 )



Waktu Eric sudah membayar baiya semua dari keluarga Wandy, maka operasi pun segera berjalan dan beberapa jam kemudian, operasi pun sudah selesai. Akan tetapi, istri Wandy pergi ke dunia lain, dalam arti meninggal dunia. Maka Dokter operasi pun segera membicarakan kepada suaminya :
Dokter : siapa pasangan yang ada di dalam ruangan tersebut?
Wandy : aku dok, aku suaminya. Ada apa iya pak? Apa anak saya yang ada di dalam kandungan istri aku sudah melahirkan kan dokter?
Dokter : anak tuan baik dan sehat. Akan tetapi ada 1 hal yang terjadi dengan istri tuan.
Wandy : ada apa dokter dengan istri aku dok?
Dokter : tuan dengan pria ini boleh datang ke kantor ruangan saya iya biar kita akan membicarakan masalah dengan istri tuan.


Dokter, Wandy, Dan Eric pun akhirnya menuju ke ruangan Dokter dan Wandy dengan Eric pun duduk di kantor Dokter, maka Dokter akan memberitahukan kepada Wandy :
Dokter : tuan adalah suami dari wanita yang tadi melahirkan anak bayi kan?
Wandy : iya Dokter, ada apa dengan istriku Dokter?
Dokter : maaf iya tuan, kalau sebenarnya istri tuan sudah tidak bisa di selamatkan lagi, di karenakan waktu istri anda di operasi pendarahan istri anda keluar dengan begitu banyak, maka kami sebelum meninggalkan tempat ini akan saya ingin sampaikan kepada tuan dengan yang sebenarnya.
Wandy : apa dokter? Maksud dokter istri aku meninggal dunia iya dok? Akh, aku tidak yakin kalau istri aku meninggal dok.

Dokter : kami sudah yakin kok tuan kalau istri tuan sudah meninggal, dan bayi tuan melahirkan dengan selamat tuan.
Wandy : dokter izinkan aku pergi ke ruangan kamar istri aku Dokter, aku ingin membangunkan istri aku Dokter.
Dokter : oke tuan, silahkan. Kami akan mengiizinkan tuan untuk memasuki ke dalam ruangan istri tuan untuk melihat kedaan dan kondisi istri tuan sekarang.
Wandy : makasih iya Dokter sudah mengizinkan aku masuk ke dalam ruangan istri aku Dokter, kalau begitu aku minta pamit dulu iya Dokter.
Dokter : mari tuan, silahkan.
Eric : Dok, saya mau Tanya Dokter kenapa dengan istri tuan itu iya Dotker. Sebelum istrinya meninggal dunia, apa istrinya sudah mempunyai beberapa penyakit iya Dokter? Kalau boleh saya tau iya Dotker.

Dokter : sebelumnya anda siapanya tuan itu iya?
Eric ; saya bernama Eric, saya yang tadi membantu biaya rumah sakit kepada tuan itu Dokter, maka sebelum saya pergi dari rumah sakit ini, maka saya ingin mengetahui kalau istri tuan itu kenapa Dokter hingga istrinya bisa meninggal dokter?
Dokter : oke baapk Eric, di karenakan ketika waktu kita operasi ternyata istri dari tuan itu telah memiliki beberapa penyakit yang sudah parah hingga memasuki ke jantungnya, dan kami dari pihak dokter sudah berusaha semaksimal mungkin kalau kita akan menolong nyawa dari istri tuan itu, tetapi nyawa dari istrinya tuan itu sudah tidak bisa di tertolong lagi. Maka kami hanya bisa menyerahkan kepada suaminya.
Eric : ouw, berarti istrinya sebelum hamil sudah memiliki penyakit akan tetapi tuan itu tidak mengetahui jenis penyakit apa iya, kasihan juga dengan tuan itu di karenakan tuan itu sudah snagat susah di hidupnya, malah di tambah dengan masalah ini kalau istrinya sudah meninggal dunia. Semoga tuan itu bisa di berkati dan memberikan kehidupan yang baik  untuk tuan itu iya Dokter.
Dokter : iya bapak, kami juga merasa sangat sedih ketika melihat tuan itu kehilangan istrinya.


Cerita ini akan di lanjutkan pada bagian : 

( Part 3 )