Tampilkan postingan dengan label ikan mas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikan mas. Tampilkan semua postingan

Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

( Part 8 )



ketika putri mengobati warga sekian banyak, dan terakhir adalah lelaki yang ganteng ini berjumpa dengan putrid an bertanya kepada putri. Selamat sore mbak, tadi di sini ada mengacarakan apa ya mbak kok ramai banget? Dan saya beru berjumpa pertama kali pohom emas ini dan di sertai dengan uang di batang pohon. Lalu putri berkata, “ anda di sini mau berobat atau bagaimana iya tuan? Jika anda ingin berobat anda bicara kalau anda sakit apa?


Lalu lelaki ini jawab kepada putri, mbak jangan panggil aku tuan dong. Panggil saja pak Tommy. Aku di sini bukan berobat mbak aku cuman penasaran saja tadi aku melihat rumah mbak ini ada kasus atau apa rupanya mbak di sini membuka berobat yang orang sakit iya mbak? Lalu putri pun berkata : iya pak tommy. Aku bernama Putri, aku yang tinggal di rumah sini pak, jadi aku membagikan sedikit waktu untuk menolong warga di sekitar sini pak Tommy. Jika bapak ingin berobat saya juga bisa pak.

Tommy pun merasa senang dan bangga kepada putri ini, putri masih gadis, cantik, dan sudah belajar saling membagi. Lalu Tommy ingin mengajak Putri berkencang dengan pak Tommy makan di luar bersamanya setelah selesai berobat warga di sini, maka tuan putri pun awalnya menolak. Namun, putri melihat Pak Tommy sepertinya orang yang baik, maka putri pun tidak menjadi tolak keinginan pak Tommy, dan tuan putri pun menyuruh pak tommy segera menunggu sebentar di sini, dan putri segera mandi dan ganti pakaian.

Setelah pak Tommy menunggu di depan halaman sambil menunggu tuan putri selesai, pak Tommy ingin berjalan – jalan di pohon emas yang putri miliki ini, dan setelah pak tommy selesai melihat semua pohonnya emas ini sang putsi pun juga keluar dari rumahnya, dan tiba – tiba kakak putri bertanya kepada putri, “ putri. Kamu mau kemana? Ini sudah malam. Kamu jangan keluar dengan lelaki lain, ujar dari kakak putri mungkin kakak putri merasa iri ketika adiknya di dekati oleh cowok lain. Sedangkan kakak putri masih tidak ada yang mau bersamanya. Maka putri pun sudah tidak ingin mendengarkan permintaan dari kakaknya lagi dan putri pun segera pergi bersama pak Tommy untuk makan bersama.

Ketika tuan putri bersama pak Tommy sampai di sebuah restorant, pak tommy berbincang dengan tuan putri. Dan pak tommy ini bertanya kepad tuan putri bahwa pohon emas ini berasal dari mana dan kenapa tuan putri ini bisa mendapatkan pohon emas yang besar ini. Maka tuan putri pun tidak bisa berbohong kepada pak Tommy, karena ini adalah kebaikan hasil dari ikan emas ini dan tuan putri juga harus mengatakan kepada pak tommy bahwa pohon emas ini berasal dari mana :
Putri : pak Tommy, Pohon emas ini yang ada di depan halaman rumahku, adalah pohon keajaiban dari ikan emas pak tommy, ujar dari Putri.



Pak Tommy : oh, berarti pohon ini bertumbuh dari hasil keajaiban ikan emas iya.
Putri : bukan begitu pak Tommy, Tapi awal ceritanya, ikan emas ini mempunyai tubuh yang bewarna emas, dan sangat suka menolong diriku dari keadaan susah, dan selalu memberikan diriku hati yang senang. Karena di keluargaku semua tidak menyayangiku, asyik memaksa diriku untuk mencari makanan, memancing ikan buat sarapan mereka pak tommy. Maka di sini lah aku bisa mendapatkan ikan emas dan sudah menolongku. Dan beberapa hari kemudian, kakak aku sengaja suruh aku pergi agak menjauh agar bisa mendapatkan ikan yang lebih besar agar lebih puas di perut mereka, maka saya pun menuruti kemauan mereka pak tommy, setelah mendapatkan ikan yang lebih besar buat mereka di rumah, akhirnya mereka sudah menggoreng ikan emas ini pak tommy. Di sanalah kakak dan ibu putri memakan ikan emas dan sisakan tulangnya untukku pak tommy, jadi saya pun tidak selera makan lagi dan aku segera mengkuburkan di depan halaman aku pak tommy. Pohon emsa yang besar inilah timblu dari hasil kebaikan ikan emas, dan tetesan air mataku ke tepat bagian tulangnya pak tommy.

Pak Tommy : berarti keluarga kamu hanya ingin senang – sanang dan santai dan mereka hanya ingin membuat kamu merasa capek saja. Kalau begitu saya boleh besok untuk membantu kamu untuk mengobati pasien yang besok akan lebih banyak datang lai, dan aku tahu kalau putri pasti merasa lelah dan tidak sanggup sendirian menyelesaikan pengobatan para warga di sini kan? Maka putri berharap mengizinkan aku untuk membantu kamu dan tanpa untuk meminta imbalan atau pun uang sepersen pun.

Di sinilah putri merasakan kebaikan itu akan di balas dengan baik, dan juga akan mendapatkan jodoh yang sempurna kepada putri, dan kakak putri yang akan mendapatkan karma dari ikan emas yang telah di bunuh oleh kakaknya, maka kakak putri sampai selamanya tidak akan menyukai orang lain dan tidak mendapatkan pasangan sejati kepadanya sebelum berminta maaf kepada adiknya yang bernama putrid an bersujud di depan pohon emas ini dengan sungguh”. Maka tuan putri pun sudah mendapatkan jodoh, dan mendapatkan kekayaan yang di berikan oleh ikan emas ini sangat berlimpah di keluarga putri mendatang.

~ The End ~


Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

( Part 7 )



Ketika menuju tengah malam hari, tuan putri ketiduran dan melupakan bahwa cahaya ikan emas menyuruh tuan putri berdiri di depan halamannya, maka tuan putri pun di bangunin oleh cahaya ikan emas ini dan segera menuju ke halaman sekarang juga. Maka tuan putri pun segera bangun dari tempat tidurnya dan segera berdiri di depan halaman. Tak lama kemudian dari tanah mengeluarkan cahaya berkilau dimana cahaya ini muncul dari tulang ikan emas yang tuan putri kuburkan. Maka beberapa menit kemudian, tumbuhlah dengan sebuah pohon yang besar dan bewarna emas di depan halaman dan muncul lah uang dari tiap batang pohon ini.


Maka cahaya ini juga mendekati tuan putri dan berkata, “ tuan putri pohon ini tumbuh dengan mekar, dan sehat. Maka aku mau tuan putri merawat dengan baik iya dan pohon ini selalu senang jika tuan putri membantu warga yang jenis penyakit dan membantu uang sedikit kepada orang di sini. Dan uang ini tidak ada batasnya tuan putri. Maka tuan putri merasa sangat senang dan akhirnya bisa juga membantu orang di sini. Dan tuan putri juga bersujud di depan pohon emas sambil memberikan air mata yang suci ini dari tuan putri kepada pohon emas bahwa beliau sangat senang dan sungkan kepadamu ikan emas.

Kamu memang sahabat terbaikku ikan emas, dan selalu membantu kehidupan aku yang sedang mengalami kesusahan dan bermasalah ikan emas. Maka aku berjanji tidak akan ku biarkan siapapun yang merusak pohon emas yang kamu berikan kepada ku ikan emas. Maka cahaya ikan emas juga merasa sangat senang tuan putri juga ingin merawat pohon ini. Dan tuan putri pun segera masuk ke dalam rumahnya dan segera tidur kembali di kamarnya. Di dalam mimpi tuan putri adalah akan suksess dan berjalan lancar untuk besok hari dan hati tuan putri mulai tenang dan senang.

Pada di pagi hari, tuan putri segera pergi mandi dan sarapan, di karenakan warga di sekitar rumah tuan putri sudah memulai ramai, dan sambil menunggu tuan putri keluar dari rumahnya. Maka tuan putri pun segera keluar dari rumahnya dan memberikan kursi kepada warga duduk untuk bersabar menunggu. Ketika tuan putri selesai semuanya, akhirnya juga keluar dari rumah dan bertanya siapa yang datang pertama tadi? Dan orang ini juga maju ke tempat tuan putri.

Tuan putri pun mencabut daun sirih 1 lembar dan mengesekkan di bagian kesakitan pada dirinya. Setelah di gosok, wrga ini merasakan dalam tubuhnya merasa kedinginan dan bagian keseleo di kakinya sudah merasa tidak merasa kesakitan lagi. Maka warga kakek ini ketika sudah di gosok, tuan putri juga menyuruh kakek ini pulang juga. Dan kakek ini merasakan jauh lebih baik dari yang sebelumnya dan memberikan kepada warga yang ada di rumah putri ini kalau pengobatannya bagus. Maka warga yang lain juga mencoba dengan pengobatan dari tuan putri ini.

Ketika tuan putri sedang mengobati seorang ibu yang sedang hamper keguguran, dan ingin tidak mempunyai anak yang cacat, akrena kata dokter bahwa ibu ini waktu melahirkan akan mengalami cacat, maka ibu ini meminta pertolongan kepada tuan putri agar menyembuhkan anaknya yang ada di dalam kandungan, maka tuan putri pun mengambail selembar daun sirih dan mengelus di perut ibunya ini, dan mengatakan semoga daun sirih ini bermanfaat kepada dirimu iya sang anak kecil. Ketika sudah mengoleskan ibu ini merasakan perutnya menjadi rileks, dingin, dan semangat kembali.

Maka ibu ini mengatakan kepada tuan putri terima kasih iya kamu sudah memberikan semangat kepada ibu lagi. Dan ibu ini pun segera pulang ke rumah dan akan kembali beberapa hari lagi jika agak membaik dengan janin di dalam perutnya. Dan antrian berikutnya sudah mengisikan tempat duduk untuk pengobatan tuan putri, datanglah seorang lelaki yang ganteng dan juga baik hati melihat rumah putri kok begitu ramai da nada sebatang pohon besar yang bewarna emas dan berisi uang tunai. Apa rumah ini membagi rejeki iya? Maka lelaki ini mendatangi ke lokasi tuan putri ini dan ingin mengetahui apa yang di rebutkan oleh warga sini.


Kisah ini akan di lanjutkan kepada bagian episode :

 ( Part 8 )


Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

( Part 6 )



Pada saat tuan putri mengkuburkan sisa tulang dari ikan emas ini maka, putri pun sangat sedih sudh kehilangan ikan emas ini dan di dalam tanaman yang di kubur tuan putri ada mencerminkan sebuah cahaya dari tulang ikan emas ini, namun tuan putri tidak mengetahui bahwa roh ikan emas masih mengikuti tuan putri.  Dan kakak putri juga sangat bahagia bahwa ikan emas sudah mati dan di makan oleh ibu dan kakaknya. Dan setelah di kubur ikan emas ini, kakak menyuruh tuan putri melanjutkan memancing ikan di tepi laut dan sambil membawa tong.

Pada saat tuan putri sampai di tepi laut, ada sebuah cahaya yang hanya bisa di lihat oleh tuan putri bahwa cahaya ini adalah ikan emas yang di tolong oleh tuan putri ini, dan tuan putri ini merasa sedih dan sambil bertanya kepada diri nya kenapa keluarganya sangat tega untuk melakukan seperti ini, karena ikan emas tidak melakukan kesalahan dan kenapa ikan emas yang di makan. Sungguh tidak adil di keluarga aku. Namun, cahaya ini tiba mengatakan “ tuan putri ini saya ikan mas, kamu jangan bersedih iya tuan putri. Biarpun saya sudah pergi aku tetap untuk membantu dirimu tuan putri dengan cahaya aku ini tuan putri.


Dan di tengah malam hari, di depan halaman rumah tuan putri akan menumbuhkan sebuah poton yang besar dan bercahaya dan menumbuhkan uang di setiap batang pohon tuan putri. Dan uang yang tumbuh di batang pohon ini semoga bisa membantu kehidupan putri yang masa akan datang. Dan uang itu hanya bisa di cabut oleh tangan tuan putri sendiri. Uang ini tidak bisa di ambil atau di culik oleh siapapun kecuali dari kamu tuan putri. Semoga uang ini bermanfaat untukmu iya tuan putri.

Maka tuan putri juga sudah merasa tidak kesedihan lagi dan ikan emas tetap selalu ada di samping tuan putri. Maka tuan putri ini pun berpikir gimana cara untuk membuka usaha kecil di depan rumahnya agar tidak capek lagi dan tidak akan setiap hari bepergian ke tepi laut. Maka ikan emas pun menyarankan kepada tuan putri di tepi laut ini untuk menyuruh tuan putri mengobati orang yang ada di sekitar rumah putri dengan menggunakan daun sirih di pohon aku iya tuan putri. Dan daun sirih ini tidak bisa habis untuk mengobati orang yang kesakitan putri.

Menurut putri juga benar hal yang di bicarakan kepada cahaya ikan emas ini, jika tuan putri sering menolong orang yang sakit setiap hari, maka semakin hari semakin banyak orang yang mejenguk putri dan meminta bantuan pertolongan kepada tuan putri ini setiap harinya. Maka tuan putri pun setuju untuk menolong orang yang sakit, dan tuan putri pun segera menuju ke rumah dan berbicara kepada ibunya bahwa putri ingin belajar mengobati orang sakit di sini bu. Ibu putri juga merasa aneh kenapa tiba –tiba putrinya ingin menjadi dokter iya?

Lalu ibu putri mengatakan, “ putri, kamu mau mengobati orang yang mengalami sakit di sekitar sini, kamu memamgnya mempunyai obat ramuan atau obat yang lain untuk menyembuhkan sakit? Kamu jangan ngacok deh putri.
Putri : iya bu, putri ingin mencoba untuk belajar cara mengobati warga di sekitar ini menjauhi dari segala jenis penyakit yang ada di dalam tubuhnya bu. Akan besok aku berusaha bu selam 1 hari bu. Jika tidak bermanfaat akan aku batalkan yang ini bu, dan aku akan kembali memancing di tepi laut ketika cara pengobatan aku kepada warga gagal bu.

Dan tuan putri pun segera menuju ke warga yang lainnya bahwa besok tuan putri ada membuka pengobatan gratis di rumahnya, maka warga di sini juga merasa senang akhirnya ada pengobatan juga di sini. Maka warga pun besok ke rumah putri 1 per satu.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian episode :

 ( Part 7 )


Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

( Part 5 )



Ketika putri sampai di rumah, putri lansung memberikan uang setiap kepada kakaknya bahwa putri setiap hari ada mendapatkan hail yang dia dapatkan, karena putri selalu di tolong dengan se ekor ikan emas ini, maka setiap malam tuan putri melihat kakak dan ibunya sudah tidur maka putri akan menghampiri ikan emas ini. Dan putri membangunkan ikan emas ini yang sedang tidur nyenyak ini. Tuan putri merasa bersalah ketika setiap hari menyuruh ikan emas memberikan sisip ikan emasnya ini setiap menjualnya, namun hari demi hari sisip ikan emas ini semakin berkurang.

Dan ketika tuan putri berbiacara dengan ikan emas ini, kakak puti bangun dari tempat tidurnya dan menengar kalau adiknya berbicara dengan siapa pada malam begini, namun kakak merasa penasaran dan melihat adiknya yang sedang berbicara dengan seekor ikan emas ini. Pada saat kakak putri mengetahui semuanya bahwa putri ada memelihara seekor ikan emas, maka kakaknya besok akan merencanakan untuk putri agar penghasilan besok kepada keluarga harus bertambah. Kakak putri sengaja membuat putri pulang ke rumah dengan lama agar kakaknya bisa merasakan daging ikan emas yang putri pelihara di belakang halaman ini.


Pada masuk di pagi hari, putri sengaja bangun di pagi hari untuk memberikan makan kepada ikan emas agar sisip nya tumbuh sehat kembali. Dan tiba – tiba datang kakaknya memanggil putrid an sambil membentak kepada putri.
Kakak Putri : hei putri, jam segini kenapa kamu belum mencari makanan, dan uang? Jika kamu tidak mendapatkan ikan atau makanan lain, kakak ama ibu mau makan apa?
Putri : iya kak, ikan emas sudah dulu iya, nanti saya pulang akan saya bicara lagi kepada kamu. Aku tidak ingin kakak mengetahui kamu ada di sini ikan emas. Dan aku minta pertolongan lagi iya ikan emas, semoga kali ini rejeki penghasilan aku segera mendapatkan iya ikan emas.

Ikan Emas : oke tuan Putri, akan saya selalu membantumu untuk menjalankan semua dengan baik.
Putri : terima kasih iya ikan, kamu memang ikan yang sangat baik . pantes tuhan akan memberikan semua tubuh kamu menjadi emas.
Ikan Emas : terima kasih iya kalau putri bisa bermian bersamaku, menemaniku, dan menolong aku putri.

Dan akhirnya tuan putri pun segera keluar menuju tepi laut dan membawa sebuah emeber kosong yang untuk menaruhkan ikan yang akan di bawa pulang ke rumah nanti. Maka putri pun smabil duduk di tepi sambil menunggu ikan menuju tempat putri. Tak lama kemudian, ikan emas sudah di buru oleh kakaknya dan ikan emas sambil memanggil nama tuan putri untuk membantu ikan emas. Akan tetapi, tuan putri tidak mengetahui bahwa ikan emas ini sudah di tangkap bersama kakaknya dan sedang di goreng.

Maka ikan emas ini sudah tidak berdaya lagi dan ikan emas ini memberikan sisip ikan emas di bawah kaki putri sebanyak 3 biji. Maka tuan putri pun merasa kaget kenapa sisip ikan emas dari ikan ini memberikan 3 biji? Maka putri juga ada merasa yang aneh kepada ikan emas, dan tuan putri pun segera menuju pulang ke rumah dengan keburu – buru. Dan akhirnya tuan putri sampai di rumah dan segera menuju ke belakang halaman. 

Ketika putri menuju ke belakang halaman dan melihat aquariumnya, ternyata ikan emsa sudah tidak ada berada di dalam aquarium, dan sang tuan putri bertanya kepada keluarganya bahwa ikan emas yang di belakang kemana? Lalu kakak putri menjawab, “ oh, ikan yang bewarna emas di belakang halaman adalah ikan peliharaan kamu. Sorry iya adik sudah kakak goreng ikan emasnya dan sudah kakak memakannya.

Maka tuan putri sudah tidak berdaya lagi dn kehilangan ikan mas yang selama ini sudah berbaik kepada putri, dan sekarang sudah tidak ada lagi sahabat terbaikku. Dan putri pun melihat sisa tinggal tulang saja, dan putri pun segera membawa tulang ini ke depan halaman untuk mengkuburkan di depan halaman rumahnya dan air mata tuan putri menetes di tepat bagian tulang ikan emas ini.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian episode : 

( Part 6 )


Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

( Part 4 )



Pada saat tuan putri mengangkat ikan menuju rumahnya, ibu putri sudah tidak sabar ingin memakan ikan emas ini Karena sudah merasa kelaparan, dan sebelum ibunya mengangkat ikan emas ini, putri pun sudah sampai di rumah, dan segera memberikan ikan ini kepada ibunya agar segera di goreng. Ketika putri kasih ikan ini kepada ibu, kakak putri marah kepada putri bahwa kamu kenapa lama sekali memancing ikannya ini. Lalu tuan putri pun menjawab kepada kakaknya kalau tadi ikannya susah menangkap kak, jadi putri agak lama memancing ikan kak.

Maka ibunya tuan putri pun segera memasak ikannya yang di bawa oleh putri ini, sedangkan kakaknya pun tidak merasa kasihan kepada adik putrinya, dan kakaknya menyuruh putri mencari uang sebelum makan. Jika putri tidak mendapatkan uang, maka putri tidak boleh makan di dalam rumah ini. Ketika kakak berbiacara kasar kepada putrinya, ikan emas merasakan hati putri sangat gelisah, dan sedih ketika kakaknya putri berkata kasar dan menyiksa putri harus mendapatkan uang bawa pulang ke rumah.


Ikan emas ini akan mengeluarkan ajaib untuk membantu tuan putri ini agar selama perjalanan mencari uang gampang untuk mendapatkan uang yang halal kepada putri. Maka ketika tuan putri keluar dari rumah untuk mencari uang, putri singgah di sebelah rumahnya dan tidak di ketahui oleh kakaknya kalau putri ingin mendapatkan sisip keeping ikan emas 1 bii lagi agar untuk membantu putri tidak mengalami kelaparan.

Ketika putri berdiri tak lama, tiba – tiba di kaki putri ada sekeping sisip emas lagi yang di miliki ikan emas ini, maka sebelum putri menjual kepada took emas, putri sangat berminta maaf sebesar – besarnya karena putri sangat berterima kasih bahwa ikan emas ini merelakan sisipnya hilang 1 per 1 demi tuan putri agar bahagia di kehidupannya. Maka putri pun segera menuju ke tempat took emas dan menjual sisip emas ini. Ketika putri menjual sisip keeping emas kepada took emas ini, pemiliki toko bertanya kepada putri bahwa sisip keeping ikan emas mendaptkan dari mana?

Maka tuan putri pun tidak bisa menjawab kepada pemilik toko emas ini. Maka tuan putri pun pintar bahwa putri mengatakan kepada pemilik toko emas bahwa bapak santai saja akan saya setiap hari membawa sisip ikan emas ini kepada bapak, dan bapak bisa menjual dengan harga 2x lipat bapak. Gimana? Karena bapak kan juga membantu saya untuk membeli sisip emas ini dari saya, maka saya juga membantu bapak untuk mendapatkan uang yang lebih banyak kepada bapak.

Akhirnya pemilik toko emas ini dengan tuan [utri bekerja sama dan saling memberikan keuntungan. Namun, tuan purti agak merasa kerugian, akan tetapi sudah bersyukur kepada bapak ini bahwa sudah mau membeli sisip ikan emas ini padaku. Dan aku pun berjanji kepada pemilik toko emas ini agar rahasia dari kita jangan sampi orang lain mengetahui iya bapak, ujar kepada tuan putri kepada bapakpemilik toko emas ini.

Dan tuan putri pun sudah merasa kelaparan, maka sebelum tuan putri menuju pulang ke rumah, tuan putri singgah ke warung terdekat dengan temilik toko emas ini, maka tuan putri pun segera makan siang karena tidak mau mengalami sakit kepala atau sampai kesakitan. Dan di warung pinggir jalan ini, putri sambil menghitung uang yang hasil dia jual sisip ikan emas ini dan akan di bagi 3 dari hasil jumlah yang dia jual. Tuan putri memulai cerdas dan tidak akan di bohongi atau di perintahkan kepada kakaknya.

Putri pun menyimpan untuk besok hari dan selanjutnya, dan tuan putri pun segera makan dan menuju pulang ke rumah dan putri tidak ingin sampai ikan emas ini di ketahui kepada kakaknya. Ketika smapai di rumah, semua ikan yang putri tangkap di tepi laut tadi taka da sisa lagi sedikit pun buat kepada putri. Untung saja tadi putri sempat makan di pinggir jalan, dan putri pun merasa tidak ingin meminta makan kepada kakaknya dan ibunya, dan putri sudah mengetahui bahwa keluarganya sangat tidak menyukai dengan putri dan mereka hanya mendapatkan makanan dengan hasil kerja sang putri.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian episode : 

( Part 5 )


Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

( Part 3 )



Ketika tuan Putri meletakkan ikan emas ini di aquariumnya, ikan emas ini merasa senang mendapatkan tempat yang baru, dan airnya jenih. Maka ikan emas ini akan selalu membantu putri ketika dalam keadaan susah maupun masalah hal yang lainnya. Jadi tuan putri pun segera kembali ke kamar agar kakak tuan putri tidak mengetahui di belakang halaman rumah ada seekor ikan emas ajaib. Maka ikan emas pun juga beristirahat sejenak.

Pada di pagi hari, ibunya putri mencuci baju di belakang halaman maka ketika ibu putri ini melihat aquarium kemarin ada di belakang halaman tapi kok sekarang hilang. Ibu putri mengira aquarium itu di ambil ornag maka ibu putri pun segera memeriksa semua halaman di sekitar belakang halaman. Ketika ibu putri melihat di bawah meja ada aquarium dan berisi 1 ekor ikan emas, maka ibu putri pun merasa kaget ini. Dalam hati mengatakan, “ sepertinya ikan ini kalau di masak rasanya enak ini, dan bewarna kulit emas lagi.


Ketika ibu putri ingin menangkap ikan emas ini, tibalah putri menghampiri ibunya dan mengatakan “ bu, jangan menangkap ikan itu bu “, lalu ibu menjawab kepada anaknya. Memangnya kenapa nak iu tidak boleh membawa ikan ini? Kan ibu sangat lapar nak. Lalu putri pun menjawab dan sambil berpikir untuk mengalihkan kepad ikan yang ada di laut, maka putri pun berjanji kepada ibunya kalau putri ingin memancing ikan yang lebih gede lagi untuk ibu agar ibu bisa makan yang lebih kenyang.
Ibu Putri : oke kalau begitu, akan ibu tunggu ikan yang kamu memancing hari ini, jika kamu tidak mendapatkn ikan hari ini, maka ibu akan mengambil ikan emas ini untuk di goreng dan akan ibu memakannya.

Putri : iya bu, akan putri berusaha untuk mendapatkan ikan yang lebih besar untuk sarapan siang ibu ya.
Ketika ibu masuk ke dalam rumahnya, maka putri berbicara kepada ikan emas ini, kalau putri ingin meminta pertolongan dari ikan emas untuk saya mendapatkan ikan yang gede buat orang tua aku iya ikan emas. Agar kamu tidak di makan oleh ibuku ikan emas. Maka ikan emas pun mengkaburkan permintaan dari tuan putri. Lalu ikan emas juga berkata :

Ikan Emas : oke tuan putri, jika kamu memang keinginan untuk mendapatkan ikan lain di tepi laut maka aku akan berikan 1 jenis makanan ikan yang bisa menarik perhatian dari ikan yang lain untuk mendekati agar tuan putri bisa menangkap dengan gampang dan tidak perlu menunggu lama tuan putri.
Putri : oke ikan emas, kamu begitu baik dan mau menolong ku untuk menjauh dari penderitaa iya ikan emas.
Ikan Emas : oke putri, kalau begitu akan aku berikan ini makanan yang biasa ikan di tepi laut kesukaannya tuan putri.

Setelah tuan putri mengambil makanan kesukaan ikan di tepi laut, akhirnya tuan putri menuju ke tepi laut dan hanya cukup melempar di laut, maka ikan pun sudah memulai muncul di permukaan air. Maka tuan putri akan menangkap ikan tersebut dan mengangkat ke dalam emeber yang di bawa tuan putri. Ketika tuan putri sudah menangkapnya maka putri pun menyampaikan kepada ikan yang lain bahwa putri meminta maaf kalau kalian akan di makan oleh ibuku. Semoga besok kalian bisa muncul di permukaan air laut iya ikan – ikan yang baik.  

Maka tuan putri pun segera mengangkat ikan ini dan menuju pulang ke rumah agar buat makanan ibunya putri dan kakaknya untuk tidak melewati jam makan siang, karena tuan putri sangat takut kalau ikan emas yang putri pelihara di belakang halaman di makan oleh ibunya.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian episode :

 ( Part 4 )


Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

( Part 2 )



Ketika sang tuan Putri duduk di bawah pohon dengan sendirian dan begitu panas cuacanya, maka ikan mas ini juga melihat posisi tuan putri ini, dan ikan mas ini membaca pikiran yang ada di dalam tuan putri. Ketika selesai ikan mas merasakan perasaan tuan putri ini, maka ikan mas akhirnya juga memberikan sisip emasnya kepada tuan putri ini. Awal tuan putri tidak mengetahui bahwa di samping kedudukannya ada sebuah sisip emas lagi. Namun, setelah tuan putri mengangkat kepala dari bersandar di kakinya, maka tuan putri melihat lagi ada 1 keping lagi sisip ikan mas lagi.

Maka tuan putri semakin curiga, siapa yang meletakkan sisip emas ini di sampingku? Ketika tuan putri melihat di sekitarnya tidak ada siapapun, jadi tuan putri mengucapkan terima kasih kepada tuhan bahwa sudah memberikan rejeki kepada tuan putri. Padahal ikan mas yang memberkan sisip emasnya kepada tuan putri ini. Namun, ikan mas ini sudah memulai mendekati dengan tuan putri, dan tak lama ikan mas melihat kesedihan tuan putri tadi, maka tuan putri pun segera pergi dari tempat tepi laut ini dan ikan mas ini pun merasa senang bisa membantu manusia yang sedang kesusahan dan bahkan ikhlas memberikan sisip emas kepada tuan putri.


Tuan putri pun segera menuju took emas dan menjual sisip ikan emas ini dan mendapatkan uang lagi, maka tuan putri pun segera pulang ke rumah ini. Ketika putri sampai di rumah dengan membawa uang yang banyak, maka putri mengambil 60% dari hasil yang di jual sisip emas tadi di karenakan putri tidak ingin kakak mencurigai kepada putri dari mana aku mendapatkan hasil uang yang banyak dan putri tidak mau di tuduh dengan kakaknya dan warga sekitar rumah putri.

Setelah sampai di rumah, putri memberikan uang 40% dari hasil jualan tadi kepada kakaknya, dan kakaknya pun merasa senang akhirnya mendapatkan uang lagi. Lalu putri pun segera menuju ke kamar tidurnya dan sambil merenungkan, dari mana asal sisip emas ini? Dan putri ingin mengetahui daerah tepi laut tadi akan putri kembali pada malam hari untuk mencari jawaban asal sisip emas ini. Dan ketika menuju malam hari tuan putri keluar dari kamarnya dengan perlahan – lahan agar tidak di ketahui oleh keluarga putri untuk pergi ke tepi laut.

Setelah tuan putri keluar dari rumahnya, maka tuan putri pun segera menuju tepi laut, ketika sampai di tepi laut tuan putri mencoba memanggil sisip ikan mas ini datang lagi untuknya. Setelah tuan putri memanggil sisipnya, putri melihat air bergerak dengan mengeluarkan gelembung kecil, maka putri ada merasa aneh dengan air laut ini. Tuan putri mendekati dengan airnya dan melihat gelembung tadi. Setelah mendekatinya, putri melihat ikan mas ini yang sedang melampung di atas permukaan air dalam keadaan lemah karena kehilangan sisip sayapnya 2 biji.

Maka putri pun segera mengangkat ikan emas ini dan mencari ember yang kosong untuk menaruhkan ikan emas ini di dalam ember. Setelah meletakkan ikan ke dalam ember, putri melihat sayap ikan emas ini ada merasa kehilangan, lalu ikan emas ini berkata :
Ikan Emas : terima kasih iya wanita cantik kalau kamu sudah menolong aku.
Putri : merasa kaget ketika ikan Emas ini bisa berbicara kepada manusia. Lalu putri bertanya kepadanya, “ kamu siapa, kenapa kamu bisa tersesat di dalam air? Dan kenapa kamu bisa menjadi ikan?
Ikan Emas : aku adalah Ikan emas, iya karena kemarin aku di lahirin menjadi ikan emas wanita cantik.

Putri : oh, berarti kamu semenjak lahir sudah menjadi ikan emas? Aku kira kamu manusia.
Ikan Emas : iya wanita cantik, aku juga bisa berubah menjadi tubuh manusia. Jika boleh tau siapa namamu? Aku melihat kamu orang yang baik hati, dan hidup kamu merasa kesusahan iya?
Putri : aku bernama Putri ikan emas. Iya keluarga aku memiliki kehidupan yang susah ikan emas. Makanya aku di suruh dengan kakak aku untuk mencari uang agar aku bisa pulang ke rumah lagi dan makan ikan emas. Jika aku tidak mendapatkan uang, aku tidak di bolehin pulang ke rumah.
Ikan Emas : sungguh kasihan sekali hidup kamu tuan putri. Saya bis akok menjadi teman kamu dan aku selalu bisa membantu kamu.

Putri : terima kasih iya ikan emas kalau kamu sudah bisa ngertiin perasaanku dan kamu juga mau menjadi teman aku. Lalu kenapa dengan sayap kamu ikan emas?
Ikan Emas : sayap aku ini karena selama ini lah yang aku berikan kepadamu dengan memberikan sisip sayap emas itu ke kamu. Makanya sayap aku bisa menjadi begini.
Putri : kamu memang sangat baik ikan Emas. Terima kasih iya sudah mau membantu kehidupan aku. Dan aku sekarang bingung ikan emas mau gimana lagi untuk mencari uang buat kakak aku besok hari ikan emas.

Ikan Emas : memangnya Putri ini butuh berapa buat kakak putri agar Putri bisa pulang di rumah?
Putri : setiap hati kakak aku meminta uang dari aku sebesar 500 ribu ikan emas untuk kebutuhan mereka.
Ikan Emas : kenapa kakak kamu menyuruh kamu mencari uang? Kakak kamu memang orang yang licik iya. Jika kamu membutuhkan uang maka akan saya berikan uang kepada kamu, dan semoga uang ini yang ku berikan bermanfaat buat Putri.
Putri : makasih iya ikan emas kamu sudah mau menolong kehidupanku. Maka sebagai tanda terima kasih kepadamu, maka aku akan merawat kamu di rumah aku ikan emas.

Ikan Emas : makasih iya tuan putri kamu memang orang yang sangat baik hati. Dan aku juga senang bisa membantumu dan aku senang bisa mempunyai teman.
Setelah Putri mengetahui aslinya sisip Ikan Emas ini adalah dari seekor ikan emas yang mau menolong kehidupan tuan Putri ini, dan Tuan Putri pun merasa tidak tega untuk meninggalkan ikan emas ini hidup di tepi laut sendirian, maka tuan putri pun segera membawa ikan emas ini ke rumahnya dan meletakkan di belakang halaman rumah tuan Putri. Dan tuan putri pun menyediakan sebuah aquarium untuk ikan emas ini.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian episode : 

( Part 3 )


Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

Kisah Tuan Putri Bersama Ikan Mas

( Part 1 )



Pada suatu hari, tuan Putri hidup di sebuah desa bersama keluarganya, namun kehidupan mereka sangat kesusahan, sampai kakaknya tuan putri menjual dirinya untuk mencukupi kehidupan mereka di 1 keluarga. Sedangkan tuan Putri ini tetap berusaha untuk mencari makan dan mencukupi kebutuhan tanpa memberikan semua harga diri kepada orang lain. Maka tuan putri pun segera ingin memancing ikan di pinggir laut untuk membuat lauk makanan tuan putri pada siang hari.

Ketika tuan putri tiba di tepi laut ingin memancing ikan, namun menuju setengah hari tuan putri tidak mendapatkan seekor ikan pun. Maka tuan putri pun merasa gelisah dan dalam keadaan perut lapar, ketika tuan putri merasa sangat lapar dan sambil memegang perutnya, ada seekor ikan mas yang sedang melihat tuan putri, dan ikan mas ini sebelumnya tidak mengenal dengan tuan putri ini. Maka ikan mas ini tetap memantau tuan putri, jika tuan putri tetap masih tidak mendapatkan ikan, maka ikan mas ini juga akan ingin mengikuti tuan putri ini.


Setelah menjelang sore hari, tuan putri pun merasa kecewa dengan memancing ikan, maka tuan putri pun segera pulang ke rumah, pada saat tuan putri melangkah dari lokasi tepi laut, maka ikan mas akan memberikan dengan sisip emas 1 keping di bawah kakinya, sedangkan tuan putri merasa aneh kenapa ada sekeping sisip emas di bawah kaki aku? Tuan putri pun melihat di sekitarnya bahwa tidak ada orang sama sekali dan kenapa ada sisip ikan emas iya? Maka tuan putri pun segera mengambilnya dan cepat membawa ke rumah.

Ikan mas ini merasa kasihan ketika meliht tuan putri seharian memancing tidak mendapatkan ikan, maka ikan mas pun juga membantu tuan putri dengan kekuatan sihir ikan mas ini. Dan keesokan harinya tuan putri juga menjual sisip ikan mas ini dengan harga yang cukup mahal, maka tuan putri pun membawa uang ini kepada keluarganya. Kakak tuan putri merasa aneh ketika adiknya pulang ke rumah dengan membawa uang begitu banyak ke rumah, maka kakak tuan putri pun beranya kepada putri :

Kakak : dik, kamu habis menjual apa kok beigut banyak uang yang kamu bawa pulang ke rumah?
Putri : tadi aku di tengah jalan menemukan Handphone kak, maka dari paa Putri memakainya, mending Putri menjual handphonenya untuk mendapatkan uang buat ibu kak.
Kakak : apa benar kamu mendapatkan Handphone? Atau jangan – jangan kamu menculik Handphone orang lain agar kamu menjualnya?

Putri : tidak kak, Putri tidak melakukan selicik itu kak. Putri ini untuk berbohong kepada kakaknya karena Putri tidak ingin kakak mengetahui sisip ikan mas di tepi laut yang tadi aku memancing.
Kakak : baguslah kalau begitu dik, sini uang kasih kakak. Dan besok semoga kamu akan mendapatkan barang yang lebih bagus lagi iya dik untuk bisa menjual ke orang lain untuk mendapatkan hasil uang yang lebih banyak lagi.

Putri : dalam hati mengatakan : kenapa kamu saja tidak mencari barang lain yang bisa kamu ambil dan di jual? Kamu hanya bisa perintahkan saya saja, dan kamu hanya ingin mendapatkan uang dengan santai. Maka Putri pun menuruti kemauan kakaknya.
Kessokan harinya, tuan putri bangun di siang ahri, maka kakaknya sangat marah kepada adiknya bahwa kamu sudah bangun kesiangan gimana kamu mau mencari uang lagi? Dan kakak Putri ini memberikan hukuman kepada Putri jika kamu tidak mendapatkan uang atau apa, kamu tidak boleh pulang ke rumah ini. Pinta dari kakaknya. Sedangkan tuan putri baru bangun tidur sduah di marahin sama kakaknya, maka tuan putri akhirnya merasakan sakit hati dan kecewa bersama keluarganya jika orang tua membela kakaknya di banding sang tuan putrinya ini.

Akhirnya Tuan Putri ini juga pergi di tepi laut yang kemarin mendapatkan sisip ikan emas yang sangat berharga, maka tuan Putri pun duduk di bawah pohon yang dekat di air laut sambil gelisah dan mengeluarkan air mata bahwa hati tuan putri sangat sakit hati. Hidup tuan putri dengan kakaknya sangat tidak adil, masa tuan putri yang harus mencari uang, sedangkan kakak putri cuman duduk, makan, dan hanya meminta uang dari saya.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian episode : 

( Part 2 )


tentang SEEKOR IKAN MAS

SEEKOR IKAN MAS
Jaman dahulu kala, di sebuah pulau bernama Buyan, tinggalah sepasang kakek dan nenek yang sangat miskin. Mata pencaharian si kakek adalah mencari ikan di laut. Meski hampir setiap hari kakek pergi menjala ikan, namun hasil yang didapat hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Suatu hari ketika si kakek sedang menjala ikan, tiba-tiba jalanya terasa sangat berat. Seperti ada ikan raksasa yang terperangkap di dalamnya.


“Ah, pasti ikan yang sangat besar,” pikir si kakek.
Dengan sekuat tenaga si kakek menarik jalanya. Namun ternyata tidak ada apapun kecuali seekor ikan kecil yang tersangkut di jalanya. Rupanya ikan kecil itu bukan ikan biasa, badannya berkilau seperti emas dan bisa berbicara seperti layaknya manusia.
“Kakek, tolong lepaskan aku. Aku akan mengabulkan semua permintaanmu!” kata si ikan emas.
Si kakek berpikir sejenak, lalu katanya, “aku tidak memerlukan apapun darimu, tapi aku akan melepaskanmu. Pergilah!”. Kakek melepaskan ikan emas itu kembali ke laut, lalu dia pun kembali pulang. Sesampainya di rumah, nenek menanyakan hasil tangkapan kakek.
“Hari ini aku hanya mendapatkan satu ekor ikan emas, dan itupun sudah aku lepas kembali,” kata kakek, “aku yakin kalau itu adalah ikan ajaib, karena dia bisa berbicara. Katanya dia akan memberiku imbalan jika aku mau melepaskannya.”
“Lalu apa yang kau minta,” tanya nenek.
“Tidak ada,” kata kakek.
“Oh, alangkah bodohnya!” seru nenek. “Setidaknya kau bisa meminta roti untuk kita makan. Pergilah dan minta padanya!”
Maka dengan segan kakek kembali ke tepi pantai dan berseru:
Wahai ikan emas ajaib,
Datanglah kemari...
Kabulkan keinginan kami!
Tiba-tiba si ikan emas muncul di permukaan laut. “Apa yang kau inginkan, kek?” katanya.
“Istriku marah padaku, berikan aku roti untuk makan malam, maka dia akan memaafkanku!” pinta si kakek.
“Pulanglah! Aku telah mengirimkan roti yang banyak ke rumahmu.” kata si ikan.
Maka pulanglah si kakek. Setibanya di rumah, didapatinya meja makan telah penuh dengan roti.
Tapi istrinya masih tampak marah padanya, katanya:
“Kita telah punya banyak roti, tapi wastafel kita rusak, aku tidak bisa mencuci piring. Pergilah kembali ke laut, dan mintalah ikan ajaib memberikan kita wastafel yang baru!” kata nenek.
Terpaksa si kakek kembali ke tepi laut dan berseru:
Wahai ikan emas ajaib,
Datanglah kemari...
Kabulkan keinginan kami!
“ups!” ikan emas muncul, “Apa lagi yang kau inginkan, kek?”
“Nenek menyuruhku memintamu agar memberikan kami wastafel yang baru,” pinta kakek.
“Baiklah,” kata ikan. “Kau boleh memiliki wastafel baru juga.”
Si kakek pun kembali pulang. Belum lagi menginjak halaman, si nenek sudah menghadangnya. “Pergilah lagi! Mintalah pada si ikan emas untuk membuatkan kita sebuah rumah baru. Kta tidak bisa tinggal di sini terus, rumah ini sudah hampir roboh.”
Maka si kakek pun kembali ke tepi laut dan berseru:
Wahai ikan emas ajaib,
Datanglah kemari...

Kabulkan keinginan kami!
Dalam sekejap ikan emas itu muncul di hadapan si kakek, “apa yang kau inginkan lagi, kakek?”
“Buatkanlah kami rumah baru!” pinta kakek, “istriku sangat marah, dia tidak ingin tinggal di rumah kami yang lama karena rumah itu sudah hampir roboh.”
“Tenanglah kek! Pulanglah! Keinginanmu sudah kukabulkan.”
Kakek pun pulang. Sesampainya di rumah, dilihatnya bahwa rumahnya telah menjadi baru. Rumah yang indah dan terbuat dari kayu yang kuat. Dan di depan pintu rumah itu, nenek sedang menunggunya dengan wajah yang tampak jauh lebih marah dari sebelumnya.
“Dasar kakek bodoh! Jangan kira aku akan merasa puas hanya dengan membuatkanku rumah baru ini. Pergilah kembali, dan mintalah pada ikan emas itu bahwa aku tidak mau menjadi istri nelayan. Aku ingin menjadi nyonya bangsawan. Sehingga orang lain akan menuruti keinginanku dan menghormatiku!”
Untuk kesekian kalinya, si kakek kembali ke tepi laut dan berseru:
Wahai ikan emas ajaib,
Datanglah kemari...
Kabulkan keinginan kami!
Dalam sekejap ikan emas itu muncul di hadapan si kakek, “apa yang kau inginkan lagi, kakek?”
“Istriku tidak bisa membuatku tenang. Dia bahkan semakin marah. Katanya dia sudah lelah menjadi istri nelayan dan ingin menjadi nyonya bangsawan” pinta kakek
“Baiklah. Pulanglah! Keinginanmu sudah dikabulkan!” kata ikan emas.
Alangkah terkejutnya si kakek ketika kembali ternyata kini rumahnya telah berubah menjadi sebuah rumah yang megah. Terbuat dari batu yang kuat, tiga lantai tingginya, dengan banyak sekali pelayan di dalamnya. Si kakek melihat istrinya sedang duduk di sebuah kursi tinggi sibuk memberi perintah kepada para pelayan.
“halo istriku,” sapa si kakek.
“Betapa tidak sopannya,” kata si nenek. “Berani sekali kau mengaku sebagai suamiku. Pelayan! Bawa dia ke gudang dan beri dia 40 cambukan!”
Segera saja beberapa pelayan menyeret si kakek ke gudang dan mencambuknya sampai si kakek hampir tidak bisa berdiri. Hari berikutnya istrinya memerintahkan kakek untuk bekerja sebagai tukang kebun. Tugasnya adalah menyapu halaman dan merawat kebun. “Dasar perempuan jahat!” pikir si kakek. “Aku sudah memberikan dia keberuntungan tapi dia bahkan tidak mau mengakuiku sebagai suaminya.”
Lama kelamaan si nenek bosan menjadi nyonya bangsawan, maka dia kembali memanggil si kakek: “Hai lelaki tua, pergilah kembali kepada ikan emasmu dan katakan ini padanya: aku tidak mau lagi menjadi nyonya bangsawan, aku mau menjadi ratu.”
Maka kembalilah si kakek ke tepi laut dan berseru”
Wahai ikan emas ajaib,
Datanglah kemari...
Kabulkan keinginan kami!
Dalam sekejap ikan emas itu muncul di hadapan si kakek, “apa yang kau inginkan lagi, kakek?”
“Istriku semakin keterlaluan. Dia tidak ingin lagi menjadi nyonya bangsawan, tapi ingin menjadi ratu.”
“Baiklah. Pulanglah! Keinginanmu sudah dikabulkan!” kata ikan emas.
Sesampainya kakek di tempat dulu rumahnya berdiri, kini tampak olehnya sebuah istana beratap emas dengan para penjaga berlalu lalang. Istrinya yang kini berpakainan layaknya seorang ratu berdiri di balkon dikelilingi para jendral dan gubernur. Dan begitu dia mengangkat tangannya, drum akan berbunyi diiringi musik dan para tentara akan bersorak sorai.
Setelah sekian lama, si nenek kembali bosan menjadi seorang ratu. Maka dia memerintahkan para jendral untuk menemukan si kakek dan membawanya ke hadapannya. Seluruh istana sibuk mencari si kakek. Akhirnya mereka menemukan kakek di kebun dan membawanya menghadap ratu.
“Dengar lelaki tua! Kau harus pergi menemui ikan emasmu! Katakan padanya bahwa aku tidak mau lagi menjadi ratu. Aku mau menjadi dewi laut sehingga semua laut dan ikan-ikan di seluruh dunia menuruti perintahku.”
Kakek terkejut mendengar permintaan istrinya, dia mencoba menolaknya. Tapi apa daya nyawanya adalah taruhannya, maka dia terpaksa kembali ke tepi laut dan berseru:
Wahai ikan emas ajaib,
Datanglah kemari...
Kabulkan keinginan kami!
Kali ini si ikan emas tidak muncul di hadapannya. Kakek mencoba memanggil lagi, namun si ikan emas tetap tidak mau muncul di hadapannya. Dia mencoba memanggil untuk ketiga kalinya. Tiba-tiba laut mulai bergolak dan bergemuruh. Dan ketika mulai mereda muncullah si ikan emas, “apa yang kau inginkan lagi, kakek?”
“Istriku benar-benar telah menjadi gila,” kata kakek. “Dia tidak mau lagi menjadi ratu tapi ingin menjadi dewi laut yang bisa mengatur lautan dan memerintah semua ikan.”
Si ikan emas terdiam dan tanpa mengatakan apapun dia kembali menghilang ke dalam laut. Si kakek pun terpaksa kembali pulang. Dia hampir tidak percaya pada penglihatannya ketika menyadari bahwa istana yang megah dan semua isinya telah hilang. Kini di tempat itu, berdiri sebuah gubuk reot yang dulu ditinggalinya. Dan di dalamnya duduklah si nenek dengan pakaiannya yang compang-camping. Mereka kembali hidup seperti dulu. Kakek kembali melaut. Namun seberapa kerasnya pun dia bekerja. hasil yang didapat hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.