Tampilkan postingan dengan label kebahagiaan.Poker online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebahagiaan.Poker online. Tampilkan semua postingan

Kisah Avatar The Legend Of Ang

Kisah Avatar The Legend Of Ang

( Part 11 )



Ketika Toph dengan Kakek Bumi mengetahi jika Negara Api sudah mendatangi ke wilayah pengendalian Tanah hanya untuk mengacaukan, maka Toph dengan kakek Bumi tidak senang dengan atas perbuatan Negara Api, Maka Toph memanggil Ang untuk membawa mereka ke markas Negara Api, namun Ang awalnya menolak karena kita baru beberapa orang sja, sedangkan kekuasaan Negara Api memiliki pasukan yang sangat banyak, jadi Toph tetap tidak mau tau kalau dia akan ingin membalikkan semua warga Negara pengendalian tanah ini kembali ke wilayahnya, jadi Ang pun membawa kakek Bumi, Toph, Katara, Asoka, dan Momo ke tempat kekuasaan Negara Api.


Ketika Ang, Katara, Asoka, Toph, Kakek Bumi sampai di wilayah kekuasaan Negara Api, Ang meminta Appa untuk menjaga keadaan bersama Momo. Biar kita semua yang akan masuk ke dalam kekuasaan Negara Api, tak lama kemudian Katara bersama Toph lansung memasuki wilayah Negara Api maka Ang bersama Asoka Dan kakek Bumi juga akan memasuki wilayah Negara Api dan akan akan mencari tahu dimana keberadaan warga Negara pengendalian Tanah yang mereka culik, waktu mereka mencari di seluruh kerjaan Negara Api, mereka tidak menemukan warga pengendalian tanah yang ada di dalam wilayah kerjaan Api.

Maka Toph dengan Kakek Bumi merasa aneh deh kalau ayahnya Toph mengatakan warga pengendalian tanah sebagian di culik oleh Negara Api, waktu kita sampai di kerjaannya tidak menemukan warga pengendalian Tanah, jadi Ang dan yang lainnya juga akan kembali ke wilayahnya Toph dan ingin bertanya dengan yang kepastian siapa yang telah menculik warga pengendalian tanah yang lain. Jadi di tengah jalan menuju kembali di wilayah Negara pengendalian Tanah, Ang dengan katara melihat sebuah kapal yang sedang bergerak dari wilayah pembatasan Negara Toph.

Lalu Ang mengatakan, “ mungkin kapal itu yang baru saja menculik warga Negara Tanah, kan kapal itu masih tidak jauh dari kerajaan pengendalian Tanah ”. maka katara dengan Toph menyuruh Ang untuk mendekati kapal itu dan melihat apa benar kapal itu yang membawa warga dari pengendalian tanah, jadi Ang dengan Appa untuk terbang menuju kapal dari Negara Api ini, Ang mengira kapal ini adalah kapal dari Zuko, akan tetapi kapal ini adalah memiliki Ursa adik dari Zuko. Maka Toph dengan Kakek Bumi untuk mensiagakan dan menjaga diri karena kita akan membawa warga kita kembali ke wilayahnya.

Ang waktu mendekati kapal Negara Api ini, sepertinya sangat berbeda dengan kapal dari Zuko dan Ang merasakan kalau kapal ini adalah dari Negara Api yang lain, tapi kok lambangnya sama iya, jadi Ang penasaran dengan kapal Negara Api ini, dan Ang pun waktu mendekatinya, Ang melihat ada warga dari pengendalian tanah yang sedang bekerja dan di budakin oleh bangsa Negara Api, di siksa, dan menyuruh mereka melakukan hal yang di perintahkan oleh bangsa Api ini, jadi Ang pun melihat sangat keterlaluan dari tingkah Negara Api ini, jadi Ang akan memasuki ke kapal Negara Api yang pemilik Ursa, sedangkan katara dan Asoka mengalihkan para warga pengendalian tanah ini untuk melewati dari pintu belakang, biarkan Ang dan Toph yang akan menghadapi Ursa.

Ketika Ang dan Toph yang sedang melawan Ursa, Ang denga Toph sangat merasa kesulitan dan susah menghadapi Toph, karena Ursa sangat kuat dan mengerti dengan gerak gerik dari setiap pengendalian, jadi pertama kali Ang melawan Ursa, Ang gagal dan akan kembali Ang melawan dengan Ursa ketika Ang sudah menguasai semua pengendalian, jadi Ang dengan Toph akan mencari jalan keluar untuk pergi dari tempat kapal ini, dan akan segera melapor kepada raja pengendalian Tanah dan begitu juga dengan ayah katara untuk meminta bantuan menyelamatkan warga Negara pengendalian Tanah ini yang sedang berada di dalam kapal Ursa.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian : 

( Part 12 ) 


Kisah Melda Yang Masih Perawan

Kisah Melda Yang Masih Perawan

( Part 9 )



Ketika di malam hari Sandy bbman kepada Melda dan bertanya kepada Melda di sana sedang ngapain dan sudah makan belum? Maka Melda akhirnya juga membalas bbman kepada Sandy bahwa Melda sebenarnya sudah mau tidur tadi tapi di gangguin oleh Sandy dari bbm maka Melda membalas bbman Sandy, “ hai San. Ada apa San malam” begini BBman aku San? Aku biasa jam segini sudah mau tidur Sandy “.

Sandy : oh kamu sudah mau tidur iya Melda? Jadi aku ini ganggu kamu tidur donk?, dengan kata yang manja kepada Sandy.
Melda : iya San aku sudah mau tidur. Ganggu banget pun. Oh iya San, sepertinya aku tidak bisa melakukan hubungan seks dengan kamu San, karena aku tidak bisa melakukan itu San, jika kamu ingin melakukan hubungan seks dengan aku San, maka kamu akan menikah dulu denganku baru aku bisa memberikan keperawananku kepadamu San.
Sandy : kenapa begitu Melda, kan kita sudah janji Melda kalau aku sudah terpenuhi keinginan kamu, maka kamu akan melakukan hubungan seks denganku.


Melda : iya, tapi San aku masih belum bisa San, jadi kamu jangan paksakan aku iya San. Aku berjanji deh jika kamu bisa menikahi diriku, maka aku akan melepaskan perawanku untuk kamu San.
Sandy : kamu jangan begitu dong Melda, aku sudah melerakan semua demi untukmu dan kebahagiaan dirimu lho Melda.
Melda : iya San aku tau, tapi kan itu bukan berarti kamu bisa mengambil keperawanan aku San, dan aku ingin benar ada yang menyukai diriku dulu San baru aku bisa memberikannya San.

Sandy : maka dalam hati Sandy mengatakan, “ dari awal aku sudah dugaan bahwa Melda ini sangat susah untuk di ajak bermain dan melakukan hubungan seks dengannya, maka Sandy juga menjawab dengan pasrah kepada Melda, “ oke lah kalau memang itu keinginan kamu Melda, aku tidak memaksakan diri kamu kok Melda, dan aku juga sudah senang bisa berkenalan dengan kamu, dan aku akan belajar untuk bisa menerima kamu dengan aoa adanya Melda.

Melda : dalam hati mengatakan, “ San, aku sebenarnya ingin menjadi pacar kamu, dan aku ingin melakukan hubungan dengan kamu, agar kamu tidak akan bisa di ambil dengan cewek lain San, tapi aku sangat takut kepada dirimu bahwa kamu pernah menceritakan kepada diriku kalau kamu sudah pernah melakukan hubungan seks dengan wanita yang pernah sekolah di tempat kamu yang dulu. Jadi dari sana aku sangat takut kalau kamu sudah melakukan dengan diriku, maka kamu bisa melakukan dengan wanita yang lain. Dan Melda lansung ucapkan kepada Sandy, “ San, aku tidur dulu iya, aku sudah ngantuk nie. Nanti kita besok lanjut di sekolah sja iya San “. Bye.

Sandy : oke deh Melda, selamat malam Melda, dan sampai jumpa kembali di sekolah besok iya Melda, aku akan meunggu kamu di kelas besok iya Melda.
Melda : oke San, makasih iya kamu sudah bisa ngertiin perasaan aku dan aku berharap kamu jangan benci kepada diriku ataupun marah kepadaku bahwa aku tidak akan memberikan perawanku ataupu n tubuh aku semuanya untuk kamu, dan aku berjanji suatu saat kamu pasti bisa akan menikmatinya San. Kalau begitu, yuk kita tidur San, soalnya ini sudah sangat malam San, nanti aku takut besok telat bangun pagi dan berangkat ke sekolah San.

Sandy : Melda kamu tidur duluan saja tidak apa – apa kok, aku masih belum ngantuk Melda, oke. Nanti aku besok tunggu kamu di kelas iya Melda. Bye” Melda. Aku ingin mengucapkan kalau aku sayang sama kamu Melda.
Melda : dalam hati mengatakan, “ sepertinya Sandy benar serius ingin menjadi pacar aku atau hanya ingin melampiaskan diriku saja iya? Dari pada saya pusing memikirkan ini di sini, mending besok saja aku lansung bertanya kepada Sandy saja di sekolah nanti “.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian :

 ( Part 10 )


Kisah Melda Yang Masih Perawan

Kisah Melda Yang Masih Perawan

( Part 8 )



Setelah Melda memilih baju yang melda inginkan adalah baju yang cukup mahal yaitu seilai 400 ribu, sedangkan uang Sandy di kantong tersisa 300 ribu saja, maka Sandy bilang kepada Melda bahwa baju itu kruang cantik bagimu Melda, dan aku akan mencari baju yang cantik dan cocok buat kamu, dengan alasan Sandy untuk mengarah harga tidak semahal itu. Maka Melda dengan sengaja menggantikan wajah menjadi cemberut kepada Sandy.


Sandy pun merasakan sepertinya Melda membenciku karena aku tidak memenuhi keinginan baju itu yang dia pilih, dan Melda lansung membilang kepada Sandy, “ San, baju ini kan cantik dan cocok untukku. Kenapa kamu bilang tidak cocok “. Bilang saja kalau uang kamu tidak cukup San, maka Melda pun merasa sepertinya Sandy tidak bisa memenuhi kebutuhan Melda inginkan dari Sandy. Jadi Sandy terpaksa mau tidak mau menggunakan atm dia untuk melakukan pembayaran hanya ingin mendapatkan perawan dari Melda, dan Sandy akan mengatakan, “ okelah Melda, kamu boleh ambil baju itu dan kamu juga boleh pilih gaun yang kamu suka Melda.

Karena aku juga sudah berjanji kepada kamu kalau aku akan menuruti kemauan dirimu Melda, dan akhirnya keinginan Melda di turuti lagi, maka Melda semakin sengaja memilih gaun yang cukup mahal, setelah di pilih semuanya, akhirnya total yang harus di bayar oleh Sandy yaitu mencapai 1 juta dengan barang 3 macam saja yang di ambil oleh Melda, maka Sandy merasakan Melda ini ingin memainkan uang aku saja, dan sepertinya Melda tidak serius dengan aku. Dan aku sementara bayar uang baju yang di pilih, dan besok akan aku membawa kamu ke tempat rumah kosong, ujar hati dari Sandy.



Maka setelah membayar semua biaya baju yang di pilih oleh Melda, Melda mengatakan kepada Sandy, “ San, tadi kamu bilang uang kamu tinggal segitu, kenapa kamu masih punya atm San? Memang kamu sengaja tidak mau bayar baju iya San? Berpura” wajah yang marah kepada Sandy. Dan Sandy akan mengatakan kepa Melda dengan nada yang lembut buat hati Melda tidak memarah kepada Sandy kalau Sandy mempunyai atm dan kartu atm Sandy sebenarnya tidak ingin di gunakan karena itu adalah hasil tabungan Sandy Melda.

Melda kenapa kamu tidak ingin menggunakan Atm kamu San, kan janji kamu ingin menuruti kemauan aku San. Okelah saya pun sudah merasakan bangga bahwa kamu sudah membelikan baju dan gaun untukku, dan masih ada keinginan aku yang ke dua. Dan itu akan di lanjutkan besok iya San, dan sekarang kita pulang yuk San, karena sudah sore San aku takut orang tua ku marah kepada ku San, setelah Sandy tidak bisa terima hasil keinginan Melda, maka Sandy akan membawa Melda di tempat pakiran Mobil belakang halaman dan mengatakan, “ Melda, aku benar sayang kepada kamu, aku ingin kita secepat menikah.

Namun, kata Sandy ini adalah kata palsu untuk Melda, Sandy mencari alasan supaya bisa memeluk tubuh Melda dan memegang buah dada Melda yang berukuran Sedang ini, dan Melda ini merasakan Sandy sengaja membawaku ke sini untuk memegang dadaku, sedangkan Sandy saja pun belum terpenuhi keinginan diriku. Dan Melda juga memberontak Sandy untuk tidak boleh memegang dada Melda yang sedang ini, dan Sandy mengatakan kepada Melda, “ Melda, kan kita pegang bukan di tempat umum.

Kita kan sekarang di tempat pribadi Melda, dan aku hanya ingin mengetahui saja Melda, maafin aku iya Melda kalau aku sempat memegang dada kamu. Dengan alasan Sandy ingin tes menyentuh dada Melda karena Sandy ingin melihat Respon dari Melda, dan ternyata setelah di sentuh, Melda tidak marah kepada Sandy dan Melda hanya menyuruh Sandy jangan menyentuh saja, maka cara inilah yang gampang untuk membuat Melda mencapai orgasme, dan ingin membuat Melda menjadi kesukaan seks.

Maka Melda juga memulai merasakan bahwa dadanya yang masih imut ini pertama kali di pegang oleh orang yang dia sukai, dan Melda sebenarnya sudah tidak bersabar ingin bercinta dengan Sandy karena Melda ingin cept menikah dengan Sandy dan Melda sangat takut kehilangan Sandy suatu saat, tapi Melda sekarang sudah belajar untuk siap melepaskan perawan untuk Sandy, jika Sandy bisa merayu Melda dengan romantic, ujar dari Melda. Namun, Sandy masih grogi untuk melakukan dengan Melda dan Sandy juga tidak ingin membuat Melda marah kepada Sandy.

Maka Sandy meminta pin bbman Melda untuk chat Melda bahwa Sandy ingin mengungkapkan kalau Sandy ingin seks dengan Melda, tapi Sandy ingin mengetahui keinginan Melda apa agar aku bisa melakukan seks dengan Melda, maka Melda akan memberikan pin bbman kepada Sandy agar Sandy bisa chat dengan Melda untuk membahas seks ini, dan Melda akan meringankan permintaan untuk Sandy, dan akhirnya Sandy dengan Melda sudah ingin melakukan hubungan seks di suatu tempat dimana tempat itu adalah sepi, dan tidak pernah orang kunjungi.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian 

( Part 9 )


Kisah Melda Yang Masih Perawan

Kisah Melda Yang Masih Perawan

( Part 7 )



Melda akan memberikan beberapa cobaan untuk Sandy dan aku ingin apakah bisa Sandy untuk jalani kemauan diriku, dan aku ingin melihat kalau kamu bisa setia atau tidak. Dan aku saat ini tidak bisa menjadi pacar kamu, tapi aku ingin kita menjadi gebetan sementara hingga tuntaskan kemauan yang aku inginkan. Maka Sandy juga akan bersedia untuk melaksanakan perintah dari Melda kepada Sandy agar Sandy bisa menjadi pacar dan bisa melakukan hubungan bersamanya, maka Sandy bertanya kepada Melda dengan gombalan, “ Melda, kok kita sekarang tidak bisa jalani hubungan status pacaran saja Melda “. Kan aku sudah jujur kepada kamu.

Melda : oke, akan aku pegang janji kamu kepadaku. Ini pertama yang ingin kamu jalankan? Kalau aku ingin membeli baju, dan gaun yang bagus untuk ku, apa kamu bisa membelikan untukku? Jika kalau kamu benar” menyukai diriku, maka kamu pasti akan bisa membelikan untukku Sandy.
Sandy : dalam hati mengatakan, “ waduh, kalau beli baju dan gaun saja sudah berapa ratusan ribu, sedangkan uang aku tidak sebanyak itu. Gimana iya agar aku bisa membelikan untuknya ‘. Dan Sandy menjawab, oke Melda, aku akan membelikan untukmu jika baju dan gaun itu benar cocok dengan dirimu.


Melda : oke, tapi aku mau hari ini juga iya San, karena kan kita lagi di mall San, agar tidak membuang waktuku lagi San. Dan ini sudah menjelang Sore lho San aku ingin cepat pulang dan aku tidak ingin ibuku cemaskan diriku San.
Sandy : dalam hati mengatakan, “ waduh, kalau sekarang beli aku mana ada duit lagi “. Dan mengatakan kepada Melda, Melda aku bukan tidak mau beli baju dan gaun untukmu saat ini, tapi aku tidak cukup uang untuk membeli bajunya Melda. Kalau Melda ingin beli baju dan gaun nanti aku waktu gajian iya Melda.

Melda : tapi kamu sudah berjanji kepada diriku, bahwa kamu akan bisa menuruti semua keinginan aku, sedangkan aku minta beli baju dan gaun saja tidak bisa San? Memangnya uang kamu tinggal berapa San, jadi kalau kamu seandainya tidak beli baju dan gaun untukku, pasti orang tua aku marah dan bertanya kepada diriku kenapa pulang sekolah kok lama banget, dan terus kemana. Dan aku pasti tidak akan di berikan bebas lagi San.

Sandy : oke lah Melda, aku akan membawa kamu sekarang beli baju dan gaun untukmu, agar orang tua kamu tidak mencurigai kamu keluar dengan cowok yang sedang gebetan dengan kamu. Dan hati Sandy mengatakan, “ ini Melda cewek matrek atau cewek gimana sih masa permintaan dan keinginan begitu berat buat aku,
Melda : San, kenapa kok kamu bingung? Katanya sekarang juga kamu mau membawa aku ke tempat belanja baju kan? Tapi kok tidak jalan” sich.

Sandy : oke” Melda, yuk sekarang kita gerak iya Melda. Maaf iya Melda tadi aku sempat melamun sebentar Melda, dan aku akan ke counter dulu untuk bayar uang es krim dan minuman kita dulu iya.
Melda : oke San, cepetan iya San, soalnya ini sudah sore San.
Setelah Sandy membayar uang makanan Sandy tadi dan minuman, akhirnya Sandy mengajak melda pergi ke tempat penjualan baju, dan gaun. Sedangkan Sandy asyik memikirkan sisa uang yang ada di kantong Sandy dan sepertinya tidak mencukupi untuk membayar biaya baju dan gaun untuk Melda. Maka Sandy memilih baju baru dan gaun buat Melda itu sambil melihat biayanya per pcs, dan Sandy akan merayu” Melda bahwa kalau gaun tidak jadi beli, kemungkinan biaya baju untuk Melda cukup.

Maka Sandy dengan Melda akhirnya bergandeng tangan di mall dan menuju ke tempat jual beli baju, setelah sampai di lokasi jual baju, Sandy dengan Melda melihat” dan Sandy ingin yang memilih baju murah untuk Melda. Sedangkan Melda sendiri sengaja untuk memilih baju yang sangat mahal agar untuk mengetes janji Sandy kepadaku, sedangkan Melda ada membawa uang ratusan ribu di kantongnya. Namun Melda berpura” tidak membawa uang dan ingin Sandy yang membayari semuanya.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian :

 ( Part 8 )


Kisah Melda Yang Masih Perawan

Kisah Melda Yang Masih Perawan

( Part 6 )



Akhirnya Sandy juga sudah di larang melakukan hubungan Seks dengan wanita lagi, dan Sandy juga mendapatkan kesulitan baginya untuk bisa mendapatkan perawan Melda ini dan Sandy akan mencarikan cara untuk bisa mendapatkan perawan Melda dan ingin menjadi pacar Melda, maka Sandy akan mengajak Melda untuk pergi makan es krim dan makan mie sop di mall untuk menarik perhatian dari Melda kepada Sandy. Dan Melda sudah ingin di peluk oleh Sandy tapi Melda merasa malu kepada Sandy jika pertama keluar dengan Sandy sudah melakukan hubungan yang di luar dugaan.

Maka Melda pun tiba merasa kaget ketika Sandy sudah mengajak Melda pergi makan es krim, padahal tadi baru sudah makan nasi goreng di dalam mall, dan akan Melda akan menyuruh Sandy untuk tidak boros dengan uang. Karena uang itu sangat sudah untuk di dapatkan, jadi Melda ingin membatasi keluar uang dari Sandy karena Melda sudah mulai menyukai Sandy ini. Sandy juga merasakan ada yang di rahasiakan oleh Melda ini karena wajahnya saja dari tadi melamun mulu. Dan Melda mengatakan kepada Sandy, “ San, kan tadi barusan makan nasi goreng saja  San masa kita harus makan lagi “.

Bandar Texas Poker Online Tepercaya

Sandy : iya karena aku kan lagi masa pertumbuhan Melda jadi kepingin makan terus Melda, jika kamu tidak ingin makan tidak apa” kok kan kamu bisa minum Melda, aku cuman ingin mengajak kamu untuk menemaniku z Melda. Tidak keberatan kan Melda?
Mekda : kalau kamu ingin aku menemani kamu untuk makan es krim aku bisa tapi kamu jangan memanggil es krim buat diriku iya San karena aku tidak sanggup makan lag San karena sudah sangat kenyang.

Sandy : oke Melda, aku hanya pesan buat diriku saja dan akan aku pesan minum juga buat dirimu.
Setelah Sandy mengajak Melda untuk makan Es krim berduaan, maka DI tempat lokasi Es krim baru Sandy menembak Melda untuk ingin menjadi pacarnya Melda, namun Melda masih sangat sanksi kepada Sandy bahwa Sandy sudah pernah melakukan hubungan seks dengan cewek lain, dan Melda tidak ingin menjadi wanita korban berikutnya, dalam hati Melda mengatakan agar tidak secepat untuk menerima Sandy menjadi pacar Melda. Dan Sandy sudah tidak sabar untuk ingin mendapatkan Melda dan ingin melakukan hubungan dengan Melda tapi Sandy takut gagal lagi dan akan di benci oleh Melda.

Sandy : Melda, aku ingin mengatakan sesuatu kepada kamu, dan aku akan jujur dengan dirimu, bahwa aku sebenarnya mengajak kamu di sini, aku mau katakana kepada kamu bahwa aku sangat suka, Cinta kepada kamu Melda, jadi aku tidak akan merahasiakan diriku lagi Melda. Dan aku ingin kamu bisa merasakan betapa sesungguhnya diriku menyukai dirimu Melda.
Melda : aku sekarang ingin bertanya kepada kamu? Kenapa kamu bisa menyukai diriku, apa kelebihan dariku di depan mata kamu?
Sandy : karena kamu sangat cantik, seksi, dan montok Melda, aku ungkapin dengan sebenarnya Melda.

Melda : masa cuman itu kamu sudah bisa menyukai diriku? Aku tidak percaya denan kata” kamu San, aku tahu kamu pasti ingin melakukan hubungan denganku kan San?
Sandy : kenapa Melda mengetahui kalau aku ingin melakukan hubungan dengannya, kan aku tidak mengatakan kepadanya. Aku benar Salut sama melda jika dia bisa membaca pikiran aku, daku harus saatnya jujur bersamanya, kalau aku memang ingin melakukan hubungan dengan kamu Melda, akan tetapi, jika kita sudah melakukan hubungan seks, maka aku tidak akan tinggalkan dirimu lagi Melda. Aku sudah menyukai dirimu dengan sepenuh hati Melda.

Melda : jika kamu memang menyukai diriku, kamu turuti kemauan aku dulu, dan setelah terpenuhi semuanya, maka aku akan memberikan tubuhku semua untukmu San, gimana? Sebenarnya aku juga tertarik dengan dirimu San, tapi aku tidak suka yang namanya hubungan Seks lho San. Dan aku ingin melakukan setelah tunangan dengan aku San.
Sandy : okelah kalau begitu Melda, akan aku berjanji kepada dirimu kalau aku akan menuruti kemauan kamu. Dan aku ingin kamu menjaga tubuh kamu agar tidak di sentuh oleh cowok lain iya Melda.

Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian : 

( Part 7 ) 



Kisah Melda yang Masih Perawan

Kisah Melda yang Masih Perawan

( Part 4 )



Guru Sekolah menyuruh Sandy taruhkan tas di tempat bangku duduknya dan menyuruh Sandy berdiri di depan kelas selama 2 les pelajaran dari guru m.pelajaran ini, maka Sandy pun menurutui kemauan gurunya dan hati Sandy berkata, “ sial kali aku, murid baru saja sudah di hokum beginian. Apalagi jadi murid lama, akan lebih kejam lagi hukuman nanti dari oleh guru kalau aku sempat telat, aku malu juga berdiri di depan kelas dan pasti teman sekelas aku ngejek aku da nada lagi si Melda, haduh malu banget diriku ini “. Maka guru pelajaran menyuruh Sandy berdiri dan mengangkat kaki 1 dan Sandy awalnya tidak bisa melakukan hal begini, karena Sandy tidak pernah di hukum seperti itu.

Maka Melda ketika guru pelajaran menghukum Sandy seperti ini, karena Sandy juga melakukan ini semua demi aku, dan Sandy relakan kena hukuman dari guru sekolah. Maka Melda ingin berminta maaf kepada Sandy kalau Melda sudah membuat Sandy terlambat masuk ke kelas, apalagi Sandy msih murid baru seperti aku. Biasa kalau murid baru itu harus membawa nilai kediplinan yang bagus dan keterlampilan harus di baguskan karena para guru sekolah menilai prilaku muridnya. Sepertinya Sandy sudah membawa tingkah lakunya sudah mulai menurun karena beberapa hari baru masuk sekolah sudah terlambat.


Melda tidak ingin melihat Sandy terlambat lagi apalagi Melda tertarik dengan Sandy. Maka melda pelan” membangunkan hati Sandy untuk terbuka dan berpikir dengan jalur yang benar, tapi Sandy tidak memetingkan cintanya dari Melda tapi Sandy ingin tubuh Melda dan Perawan Melda, maka Sandy sementara merelakan semua demi dia untuk bisa membuat Melda percaya dengan Sandy, dan Melda juga akan melanjutkan pelajaran yang di berikan oleh gurunya, sedangkan Sandy sudah ketinggalan 1 pelajaran.

Melda pun merasakan sedih melihat Sandy sudah kehilangan pelajaran sekolah dan Melda ingin membantu berikan buku catatan yang di jelaskan kepada guru tadi untuk kepada Sandy agar Sandy bisa belajar di rumah, maka Sandy pun segera di berikan duduk di bangkunya dan guru mengatakan kepada Sandy agar tidak mengulangi keterlambatan ke sekolah, Sandy telat sekolah karena Melda tapi Sandy hanya merasakan dirinya yang bersalah. Maka Melda menyukai Sandy di sini dan Sandy akhirnya juga bisa merasakan hati Melda kepadaku. Dan Sandy akan mencari kesempatan untuk bercinta dengan Melda akan tetapi tidak segampang yang aku kira.

Dan Sandy tidak memikirkan untuk bercinta dengan Melda akan tetapi Sandy akan tetap menysuun caranya sampai matang agar bisa menyetubuhi Melda ini, tetapi Sandy agak pusing caranya untuk mendapatkan Perawan Melda, sedangkan Melda adalah anak yang baik. Maka Sandy mencoba menyentuh pinggang Melda ketika Melda menghampiri bangku sebelahan dengan Sandy dengan tanda Melda membantu Sandy agar tidak ketinggalan pelajaran dari pelajaran tadi tetapi Sandy tidak menghiarukan pelajarannya tapi Sandy ingin merasakan tubuh Melda dari mengelus pinggang Melda ini. Maka Melda juga merasakan tangan Sandy dan Melda menyuruh tangan Sandy menjauhi dari pinggangnya karena Melda tidak ingin menjadi wanita yang hancur untuk masa depannya.

Tangan Sandy akhirnya juga melepaskan dari pinggang Melda dan melda juga merasakan enak ketika tangan Sandy menyentuh pinggang Melda namun Melda awalnya merasa malu ketika Sandy menyentuh Melda Karena Melda tidak ingin di bilang orang lain kalau Melda adalah Cewek murahan, apalagi Sandy menyentuh di dalam kelas, jika ada teman yang lain melihat Sandy menyentuh badan Melda psati akan menghebohkan 1 sekolah ini, dan Melda akan memberikan Sandy megang itu awalnya hanya di tangan Melda ketika keluar dari sekolah atau menuju ke mall.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian 

( Part 5 )


Kisah Melda Yang Masih Perawan

Kisah Melda Yang Masih Perawan

( Part 3 )



Setelah sekian lama 20 menit kemudian, ayah Melda akhirnya baru datang untuk menjemput Melda pulang ke rumah, dan Sandy ini pun akhirnya tidk mengikuti Melda dari belakang lagi, dan mereka berdua pulang ke rumah masing – masing. Sandy di tengah perjalanan sambil memikir gimana Sandy bisa mendapatkan Melda dan bisa melakukan dengan Melda iya? Maka Sandy berhenti di sebuah warung untuk beli minum dan memikirkan cara untuk mendapatkan Melda. Dan akhirnya Sandy juga mendapatkan Ide untuk bisa mendapatkan cinta Melda dan Sandy ingin mengambil perawan dari Melda.

Maka ke – esokan harinya, Sandy menunggu di depan sekolah untuk kedatangan dari Melda ini, Sandy ingin mengajak Melda pergi keluar makan, dan mengajak ke mall untuk membeli baju, dan peralatan lainnya untuk menarik perhatian dari Melda kepada Sandy, jadi tak lama kemudian Melda juga datang ke sekolah dan Sandy pun lansung menarik tangan Melda dan  mengatakan, “ Mel, kamu mau temani aku pergi ke mall tidak Mel dan sekalian kita pergi makan Siang Melda “, ujar dari Sandy kepada Melda.


Melda juga menjawab pertanyaan dari Sandy, “ San, kan bukan saatnya kita pergi ke mall San, kan sekarang jam sekolah lho San. Aku tidak ingin ketinggalan pelajaran San nanti “.
Sandy : iya sich Melda, tapi kan aku ingin mengajak kamu untuk pergi dengan diriku saja, tidak ada yang tahu kalau kita pergi ke mall. Kan aku juga ingin berkenalan dengan dirimu yang lebih dalam.
Melda : tapi aku takut ketahuan sama guru San kalau kita cabut dari sekolah apalagi kita tidak masuk sekolah dengan tidak memberikan alasan yang pas kepada guru kita nanti San.

Sandy : iya juga sich, tapi kita pandai” olah guru loh Melda, masa aku ingin membuat dirimu bersenang” denganku, kamu tidak mau? Waktu kita masuk pertama sekolah saja, kamu sudah ajak kenalan duluan bersamaku. Makanya aku ingin menghargai perkenalan darimu kemarin Melda.
Melda : iya Sich San, tapi kan kita kalau mau pergi kita bisa pergi setelah pulang dari sekolah San. Oke kalau sekarang kita pergi ke mall jam 8 pagi kayak gini, kita di mall juga ketahuan cabut sekolah dari satpam mall sana San. Percuma juga San kalau kita kena tangkap dan di tahan oleh Satpam bahwa kita cabut sekolah, apa tidak kena hukuman 2x lipat di banding masuk sekolah dulu baru kita pergi nanti Siang saja.

Sandy : dalam hati mengatakan, “ betul juga omongan Melda, jam segini juga tidak ada murid sekolah yang bisa pergi ke mall kecuali menjelang siang and sore karena di siang hari para anak sekolah sudah pulang dan akan berjalan - jalan di mall “. Maka aku menjawab dengan Melda okelah Melda jika kamu ingin masuk sekolah dulu, dan aku akan meunggu kamu di tempat pakiran nanti kalau sudah waktu pulang sekolah iya Melda agar kita lebih cepat pergi Melda.

Melda : kalau kamu ingin mengajak aku pergi ke mall setelah pulang dari ekolah maka aku tidak keberatan San, kan itu sudah tidak ada kegiatan lagi San, kalau sekarang aku tidak bisa San Karena kamu tahu sendiri lah iya kan sebentar lagi sudah ingin ujian dan pelajaran sudah memulai begitu banyak San jadi aku harus benar” focus ekolah juga San.

Sandy : oke Melda, aku akan menuruti kemauan dirimu, daku akan ingin melihat dirimu senang selalu. Kalau begitu kita segera masuk sekolah Melda karena sebentar lagi sduah bel masuk Melda.
Melda : yuk San kita masuk ke kelas barengan yuk. Nanti ktia telat masuk sekolah lho San dan akan di hokum oleh kepala sekolah kita nanti.

Setelah masuk dari gerbang sekolah akhirnya bel masuk sekolah juga sudah berbunyi dan bertanda para murid sudah boleh masuk ke kelas masing”. Dan Sandy pun sempat berlar karena Sandy tadi sambil melihat tempat pakiran kereta yang masih kosong untuk memasuki kendaraan Sandy, ternyata Sandy memakirkan kendaraan yang begitu jauh dari lapangan Parkir, dan Sandy setelah sampai di kelasnya< guru pun sudah ada di dalam ruangan kelas dan Sandy akan di hokum oleh guru sekolah.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian : 

( Part 4 )


Kisah Melda yang Masih Perawan

Kisah Melda yang Masih Perawan

( Part 2 )


Pada saat Melda bertanya kepada Sandy bahwa Sandy apa keanggunan dari tubuhnya Melda sampai Sandy melihat seperti begitu. Maka Sandy berkata, “ tidak ada apa – apa Mel, aku tidak bermaksud untuk melihat tubuh kamu ini, tapi aku melihat dirimu sangat montok Mel “. Maka Melda bingung dengan ucapan Sandy, “ maksud kamu montok gimana San, aku tidak mengerti dengan ucapanmu “. Sandy mengetahui bahwa Melda tidak mengerti arti dari tubuh yang montok, maka Sandy pun menunjukkan ke bokong Melda bahwa Bokong Melda yang montok.

Melda merasa marah ketika Sandy menyentuh bokongnya di depan umum, maka Melda mengatakan “ San, kamu jangan yang tidak” iya, kamu kira aku cewek apaan. Sampai ini tidak ada cowok yang menyentuh diriku. Jadi kamu jangan mencoba” menyentuh diriku apalagi harga diriku. Dan Melda akhirnya juga pergi dari tempat duduk di samping bangku Sandy ini, dan Sandy akan merencanakan bagaimana dapat cinta dari Melda untuk bisa menikmati tubuhnya Melda ini, maka Sandy terus memikir caranya hingga sampai pulang sekolah.


Waktu pulang sekolah pun tiba dan Sandy masih duduk di kelas dan sambil melihat Melda yang masih merapikan buku – bukunya dan Sandy pun sgeera menuju ke tempat Melda untuk membantu Melda menyusun bukunya ke dalam tas. Maka Melda pun juga merasa ada yang aneh dengan Sandy baru kenal hari ini di sekolah, dia sudah menungguku dan membantuku untuk menyimpan buku sekolahku, sebenarnya hati Melda sangat senang bisa melihat Sandy ada di sampingnya. Namun, Melda berpura” menolak Sandy untuk mendekati Melda.

Sandy pun akhirnya selesaikan bantu simpan buku Melda ke dalam as, dan akhirnya Sandy mengatakan kepada Melda, “ Mel yuk aku antarin kamu pulang ke rumah “. Awalnya Melda menolak jemputan pulang dari Sandy, akan tetapi Sandy tidak ingin menyerah dan Sandy akan tetap berusaha untuk bisa mendapatkan Melda ini bersamaku. Maka Sandy terus mengikuti Melda dari belakang dan Melda tidak mengetahui bahwa Sandy mengikuti Melda dari belakang, bahkan Melda berpura” menunggu di depan sekolah dan melihat kalau ayahnya Melda sudah datang menjemput Melda atau belum iya? Karena Melda sangat malas untuk berjalan kaki pulang ke rumah biarpun rumah Melda dekat dari sekolah.

Maka Sandy menunggu di tempat pakiran dan sambil melihat Melda dari pakiran, tak lama kemudian Melda merasa capek dari tadi menunggu ayahnya tidak datang menjemput, maka Sandy menyapa Melda di tempat pos satpam sekolah dan Sandy mengatakan kepada Melda, :
Sandy : hai Melda !! kamu belum pulang iya, dan kamu duduk di pos satpam ini mau menunggu siapa Mel? Nie sudah menjelang sore lho Melda.

Melda : hai juga Sandy. Belum ni, aku lagi menunggu ayahku datang menjemputku San. Kalau kamu mau pulang, duluan saja San.
Sandy : aku tidak apa – apa kok Mel aku menunggu kamu sampai orang tua kamu menjemput kamu. Tapi sebelumnya, bukannya kamu bilang kalau rumah kamu hanya beberapa ruko dari sini saja kan? Kenapa kok tidak mau jalan kaki pulang saja Mel, kalau begitu Mel sini aku akan membawa kamu pulang sampai di rumah Mel.

Melda : tidak usah San, palingan sebentar lagi ayah aku juga sudah datang menjemputku, karena ayah aku sudah berbicara kepadaku bahwa besok ayah aku yang membawa aku pulang ke rumah.
Sandy : yakin kamu tidak mau menumpang dariku untuk mengantarkanmu pulang ke rumah ini? Kan aku pulang juga ada lewat di rumah kamu Mel, jadi kalau bisa numpang di antarin kenapa tidak mau numpang saja Mel. Apa kamu malu iya di lihat pada orang lain kalau aku bonceng kamu pulang ke rumah.

Melda : bukan begitu San, aku bukan tidak ingin pulang bersamamu, tapi aku sudah bilang kepada ayah aku Sandy kalau ayah aku hari ini ingin megantarkan diriku San, makanya aku tidak bisa pulang bareng bersamamu Sna, nanti besok iya San aku baru pulang bareng dengan dirimu. Kalau hari ini aku benar tidak bisa pulang bareng denganmu.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagain :

 ( Part 3 ) 



Kisah Melda yang Masih Perawan

Kisah Melda yang Masih Perawan

( Part 1 )



Kisah Melda ini menceritakan bahwa Melda ketika masuk SMA Melda mengalami Pecah Perawan bersama pacarnya pada saat pacaran 1 bulan, dan Melda ini ingin menyuruh Cowoknya Menikah bersama Melda. Namun, cowoknya tidak ingin menikah dengan Melda begitu cepat, karena Melda belum selesai sekolah. Maka Melda pun akhirnya membenci dengan Cowoknya bahwa pasangannya tidak ingin Menikahi Melda dengan cepat.

Pada suatu hari, melda lulus dari SD, Melda sudah masuk ke tingkat SMP. Banyak Cowok yang menyukai dengan Melda karena mereka semua melihat tubuh Melda yang sangat bagus, seksi, dan montok. Para Cowok yang lain ingin menikmati tubuh Melda namun mereka semua gagal merayu Melda, maka Melda pun sudah curiga ketika baru pertama masuk sekolah banyak cowok yang melihat Melda dengan mata yang tajam, dan selalu menyebutkan namaku di mulut mereka. Aku tetap mencuekkan mereka.


Waktu pertama masuk sekolah, Melda menemukan Cowok yang ganteng, pintar, dan pikiran yang sangat dewasa, maka Melda juga terus kepikiran dengan Cowok ini yang 1 kelas bersama Melda. Maka cowok ini juga murid baru yang baru pindah dari sekolah tempat lain, karena alasan pindah sekolah di sini bahwa sangat mendekati dengan rumahnya dan tidak terjadi keterlambatan, sebelum cowok ini pindah sekolah kemari, cowok ini sering dtang dengan terlambat dan sering di hokum, maka orang tua cowok ini untuk pindah sekolah yang terdekat.

Maka kita murid baru yang belum pernah di sekolah sini, kita akan di suruh maju ke depan kelas untuk perkenalkan diri 1 per 1 untuk mengetahui namanya, dan tinggal dimana, maka Cowok ini pertama kali ke depan kelas, maka dia menyebutkan nama Sandy, dia tinggal di belakang dari 2 gg sekolah ini, maka Melda sudah mengetahui namanya bahwa Cowok itu bernama Sandy, dan Melda juga di suruh oleh guru berdiri di depan kelas  untuk menyebutkan nama, dan tempat tinggal Melda ini, maka Melda pun menyebutkan namanya Melda di depan teman sekelas lainnya, dan Melda tinggal rumah dari beberapa rumah saja dari sekolah ini.

Singakt cerita, akhirnya mereka sudah mengetahui 1 sama lain dan masing” nama teman sekelas mereka, namun, Melda tidak ingin peduli dengan teman yang lainnya, hanya Melda focus dengan yang namanya Sandy ini. Melda masih belum mengetahui sifat dan kepribadian dari Sandy, dan Sandy ini adalah cowok yang paling genit dan Sandy di pindahkan ke sekolah karena bukan alasan jauh dari tempat rumahnya, namun Sandy sering cabut sekolah dan permainkan tubuh wanita di sekolah Sandy kemarin. Makanya Sandy di pindah sekolah kemari karena orang tua mengetahui bahwa Sekolah ini adalah sekolah yang paling ketat dengan peraturan, dan tingkat pendidikan juga jauh lebih tinggi di banding sekolah sebelumnya.

Maka Melda juga pun berpindah duduk di samping Sandy ini, dan berkenalan melalui salaman pegang tangan. Setelah salaman dan berkenalan, mata Sandy juga melihat tubuh Melda dan bokong Melda, dalam pikiran Sandy bahwa Melda sepertinya masih gadis perawan, dan sepertinya Melda bisa di ajak untuk bercinta dengan saya di sebuah gubuk kosong atau rumah Sandy. Maka Sandy pun bertanya kepada Melda : Melda, kamu orang mana sebelumnya pindah kemari?, maka Melda juga menjawab kata Sandy, “ aku dulu tinggal di bekasi San, dan aku dengan orang tua ku pindah di kota Indonesia ini San untuk mencari sekolah yang pengetahuan tinggi.

Maka Sandy sepertinya tertarik dengan tubuh Melda ini. Namun, perasaan Melda tidak enak karena Sandy dari tadi melihat tubuhku saja yang seksi ini, dan Melda juga memanggil Sandy, dan Sandy pun tidak mendengar Melda memanggilnya. Kondisi Sandy sekarang lagi melamun dan berpikir negative kepada tubuh Melda ini. Dan Sandy pun merasa kaget kalau Melda menepuk bahunya dan Sandy juga tidak mendengarkan ucapan dari Melda tadi, karena Sandy asyik melihat tubuh Melda, bokong Melda. Maka Melda bertanya kepada Sandy kalau dari tadi saya berbicara kepada kamu, mata kamu kok asyik lirik tubuh Melda saja. Memangnya tubuh aku ada apa sich San?


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian :

 ( Part 2 )


Kisah Anak Kecil Yang Baik Hati

Kisah Anak Kecil Yang Baik Hati

( Part 10 )



Pada saat dokter mengambil darah dari anak kecil Silvia ini, Silvia semua mengalami badan yang sangat lemas, dan Silvia sudah memulai tidak sadarkan diri. Maka dokter pun segera mengatasi Silvia agar kestabilan Silvia tetap di jaga. Orang tua Silvia merasa aneh terhadap anak putrinya bahwa kok lama banget iya penarikan darah, maka Ibu Silvia pun segera masuk ke dalam ruangan dan bertanya kepada Dokternya bahwa Silvia sudah selesai belum dok, ujar dari ibu Silvia. Maka dokter pun mengatakan, “ sudah bu, tapi ada yang kendala terhadap Silvia bu. Sekarang Silvia sedang mengalami koma bu.

Ibu Silvia menjadi rasa panic bahwa anak yang paling kecil juga menjadi koma, coba saja kalau kamu tidak merelakan mendonorkan darah kepada ayah kamu, pasti kamu tidak terjadi seperti nak, percuma kalau kamu menolong ayah kamu menjadi sehat kembali, tapi sekarang bergiliran kamu yang sakit. Maka Silvia ketika sudah memulai sadar, maka Silvia mengaakan kepada ibunya, “ bu, jangan pedulikan dengan Silvia iya bu, Karen Silvia ingin ayah hidup sehat kembali bu, dan tidak ingin ayah terjadi apa” bu.


Silvia sangat rela kok bu darah Silvia berikan peada ayah bu, kan Darah Silvia nanti juga bisa bertambah bu. Yang penting ibu berdoa kepada Silvia cepat sembuh iya bu. Maka ibu Silvia ketika mendengarkan ucapan dari anak kecilnya, maka Ibu Silvia merasa bersalah dan berminta maaf kepada Silvia bahwa batapa hati mulia Silvia ini kepada ayahnya, maka Ibu dan ayah sangat menyukai Silvia di banding Susi, dan Surya. Datanglah Surya ke ruangan kamar Silvia ini, adik kamu kenapa tega melakukan hal ini semua? Sekarang kamu sudah kayak gini kan?

Lalu Silvia menjawab kepada Surya, “ bang, jangan pedulikan aku iya bang, yang harus kita ingatkan adalah orang tua kita bang, bukan memikirkan diri kita sendiri bang, coba kalau bang sudah tua dan kekurangan darah, siapa yang akan menolong abang? Kan cuman anak abang juga nanti kan, seperti itulah bang. Aku tidak ingin melihat ayah kesedihan bang. Maka Surya pun merenungkan dengan ucapan dari Silvia, benar juga apa yang di katakana oleh Silvia. Namun, itu juga sama menaruhkan nyawanya.

Tapi Surya sudah mengetahui gimana caranya untuk menolong dan belajar saling berbagi itu adalah sangat indah di moment hidup keluarga, apalagi ini adalah Silvia mendonorkan darah yang bersih untuk memberikan kepada ayahnya, maka beberapa hari kemudian, ayah Silvia juga sudah memulai sehat dan sudah bisa di berikan pulang ke rumah. Orang tua Silvia dan Susi sangat senang bahwa ayahnya sudah sehat dan Susi tidak perlu balik ke rumah sakit kemarin lagi karena ayahnya sudah sembuh, sekarang tinggal menunggu kesehatan dari adiknya Silvia ini.

Ayah Silvia mengucapkan kepada putrinya bahwa ayahnya sangat berterima kasih kepada Silvia kalau Silvia sudah menolong nyawa ayahnya dan ayah akan berjanji untuk menjaga dirimu dengan baik” dan ayah ingin kamu menjadi anak yang suksess dan di banggakan orang lain. Maka Silvia juga merasa terharu ketika ayahnya berdoa yang terbaik buat Silvia, tidak lama kemudian Silvia kehilangan pernafasan dan denyut nadi Silvia tidak berfungsi lagi bahwa Silvia sudah pergi ke dunia lain.

Ibu, dan Ayahnya Silvia sangat sedih kalau Silvia sudah pergi ke dunia lain, dan mereka harus merelakan kepergian Silvia dengan tenang dan berdoa yang terbaik buat Silvia di sana jika Silvia harus tetap berusaha hidup yang lebih baik lagi dan bisa di terima oleh sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan Susi merasa tidak kepedulian perginya adiknya dan Silvia tidak berdoa untuk Silvia, maka Ibu dan Ayahnya menyuruh Susi ke ruangan dan berdoa untuk adiknya jika Silvia sudah tiada. Maka Susi bilang kepada Silvia dari telinga bahwa kamu kenapa ingin melakukan seperti itu? Sekarang kamu sudah melihat keadaan kamu seperti ini dan Susi memulai rasa sedih ketika melihat kondisi adiknya sudah tidak berdaya, maka Susi juga berdoa kepada Silvia semoga kamu di sana bahagia, dan jangan terulang kembali lagi.

Akhirnya ayah Silvia hidup sehat kembali di keluarganya berkat dari anak sang buah hatinya yang paling kecil yaitu Silvia sudah telah tiada karena kepeduliaan dari Silvia kepada orang tuanya adalah sangat besar amalnya dan Silvia akan selalu hidup di alam yang lain tetap berbahagia berawal dari hidup di bumii dimana Silvia menjalankan seperti apa di situlah juga akan hidup yang sesuai di jalankan. Akhirnya keluarga Silvia juga balik ke Indonesia tanpa mempunyai adik paling kecil lagi tinggal 2 bersaudara yaitu Susi, dengan Surya.


~ The End ~


Kisah Anak Kecil Yang Baik Hati

Kisah Anak Kecil Yang Baik Hati

( Part 9 )



Beberapa jam kemudian, Susi dengan keluarga lainnya sudah menunggu kabar dari dokter untuk menentukan hasil yang kepastian dari jenis penyakit pada dalam kepala ayahnya. Beberapa menit kemudian dokter juga keluar dari roomnya dan mengatakan hasil dari kepala ayahnya, dokter mengatakan, “ selamat siang. Hasil dari tes periksa bahwa kepalanya memiliki sebuah biji butiran yang tumbuh mendekati saraf otaknya. Maka jenis penyakit ini harus segera di tangani karena penyakit jenis tumor ini masih level 2, jika tidak segera di tangani, maka bisa menimbulkan lupa ingatan, dan tidak mengenal pada dirinya sendiri “.

Lalu Susi bertanya kepada Dokternya, “ dok, kalau operasi tumor di kepala ayah aku, biaya kena berapa dok? Maka dokter menjawab : biaya operasi khusus tumor ini mencapai 100 juta, dan itu sudah termasuk biaya dokter, dan biaya kamar untuk penginapan kalian. Jika anda bersedia untuk operasi kepala sekarang juga, maka kami akan segera membawa ke ruangan ICU juga agar lebih cepat memproseskan tumor di dalam kepala ayah kamu. Maka Susi juga menghitung” bahwa di sini lebih murah di banding Indonesia. Maka Susi akan mengambil keputusan bahwa ayahnya jadi operasi di rumah sakit ini.


Dokter lain pun segera membawa ayahnya ke ruangan ICU dan membawa keluarga Susi untuk mencari tempat penginapan di rumah sakit ini, maka operasi ini akan berlansung pada 10 hari ke depan. Susi dengan Charles menuju administrasi untuk mendaftarkan ruangan kamar yang kosong untuk penginapan mereka selama 15 hari, dan biaya operasi kepala ayahnya di ruangan ICU, setelah daftar Susi dengan Charles membawa mereka ke kamar untuk beristirahat dan juga di sediakan makanan sehari 3x untuk keluarga Susi.

Setelah di operasi dalam waktu 8 hari kemudian, dokter ingin mempunyai darah yang sama dengan orang tua ini, maka Dokter meminta tambah darah kepada ayah Susi dengan golongan darah yang sama, di Antara semua keluarga Susi, yang sama dengan golongan darah ayahnya yaitu Silvia, maka Silvia akan memberikan darahnya kepada ayahnya. Jadi Dokter awalnya tes semua darah keluarganya masing” namun tidak ada yang sama golongan darah mereka kepada ayahnya, maka tinggal lah Silvia sendirian yang belum di tes golongan darahnya.

Maka Dokter pun segera membawa ke ruangan dan mengambil darahnya sedikit untuk menghasilkan golongan darah pada Silvia. Setelah hasil cek darah Silvia, ternyata golongannya sama dengan golongan darah ayahnya. Maka DOkter pun menyarankan kepada keluarga Susi bahwa anak ini yang memiliki jenis darah yang sama dengan ayahnya. Dan dokter ingin segera mengambil darah Silvia untuk mengisikan ke ayahnya. Awalnya Susi tidak mengizinkan Silvia untuk melakukan pindah darahnya, karena Silvia masih anak kecil yang tidak tahu apa” karena Susi tidak ingin melihat adiknya menderita.

Maka dokter mengatakan kepada Susi, “ jika tidak di berikan secepat mungkin, maka darah ayah kamu sudah tinggal sedikit dan bisa menimbulkan kematian karena kekurangan darah, maka kami harus segera proseskan secepat mungkin Susi. Maka Susi mengizinkan Silvia untuk pergi dengan dokter ke ruangan untuk cek golongan darah Silvia. Setelah Silvia mengikuti dokter ke ruangan, maka Silvia juga di minta untuk menahan kesakitan jarum yang menusuk di daging Silvia untuk penarikan darah agar bisa mencocokan darah Silvia dengan ayahnya.

Setelah cek penelitian oleh dokter Philipina, bahwa golongan darah Silvia sama dengan darah ayahnya, maka dokter konsultasi dengan ibunya bahwa dokter ingin memerlukan darah 2 kantong untuk menambahkan darah kepada ayahnya, karena 2 kantong darah ini sudah sangat stabil untuk kesehatan orang tuanya. Awalnya Ibu sangat keberatan dengan darah Silvia untuk di ambil, karena ibu tidak bisa melihat anak kecil harus menderita, dan hidup Silvia masih panjang. Ibu tidak akan mengizinkan anakku untuk penarikan darahnya.

Ibu : dokter, apa dokter tidk menyediakan stock penukaran darah atau stock bungkusan darah yang baru di rumah sakit ini?
Dokter : maaf bu, stock darah cadangan sudah habis bu, di karenakan banyak pasien yang menukarkan darah kotor ke darah yang baru bu makanya kami tidak ada memiliki stock lagi bu. Cuman hanya anak ini yang bernama Silvia bisa memberikan darahnya kepada ayahnya. Maka Silvia juga lansung berkata kepada ibunya, “ bu, Silvia rela kok bu memberikan darah Silvia kepada ayah bu, Silvia tidak inin membuat diri ibu sedih, cemas, dan kakak Susi juga. Kalau Silvia memberikan darah kepada ayah, kan ayah juga sehat bu, dan kita akan bisa berkumpul kembali bu.

Ibu : tapi nak, ibu sangat takut kamu kenapa” nak, iya memang ibu tau kalau kamu sangat anak yang baik dan bahkan kamu ingin merelakan untuk ayah kamu, tapi ibu juga tidak ingin kamukenapa” nak.
Silvia : bu, ibu percaya dengan Silvia iya, Silvia akan selalu berdoa dan untuk membuat diri ibu senang, kalau begitu Silvia ikut bersama dokter masuk ke dalam ruangan iya bu.

Setelah dokter penarikan darah dari tubuh Silvia ini yang masih berusia 10 tahun ini sangat bagus dan baik untuk di gunakan. Namun, seelah mengambil darah Silvia untuk ayahnya, maka Silvia sudah mulai melemah dan pingsan. Dokter pun segera cek keadaan Silvia ini dan dokter tidak ingin sampai terjadi sesuatu dengan anak Silvia ini.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian : 

( Part 10 )


Kisah Anak Kecil Yang Baik Hati

Kisah Anak Kecil Yang Baik Hati

( Part 8 )



Pada di malam hari, keluarga Susi dengan yang lainnya sudah berkumpul di depan rumah dan menunggu adik Susi yang belum selesai, sedangkan Silvia tidak ingin mengikut kakaknya pergi ke mall atau kemana” Karena Silvia cuman hanya ingin menjaga ayahnya saja. Maka Susi juga menyuruh Silvia segera ganti baju dan ikut bersama kakak Susi, ujar dari Susi. Akhirnya Silvia juga mendengarkan kata dari kakaknya dan Silvia pun segera ganti pakaian dan makan. Sekarang di rumah hanya tinggal ayahnya dengan pembantu Susi.

Susi dengan yang lainnya juga sudah berangkat ke mall, dan pergi makan, namun Silvia tetap tidak ingin menjadi seperti hidup yang kaya, dan Silvia hanya selalu memikir ayahnya. Singkat cerita, mereka semua juga sudah pulang ke rumah, dan Silvia pun segera ke ruang tamu untuk istirahat yang cukup banyak buat besok pergi ke luar negeri. Tiba di pagi hari, mobil Suaminya sudah standby di depan rumahnya dan sudah segera membawa ayahnya keluar negeri, karena jam keberangkatan sudah hamper mendekati dalam waktu 3 jam mendatang, maka Susi dengan yang lainnya harus segera masuk ke dalam mobil agar kita semua tidak ketinggalan jadwal berangkat pesawat.


Dan akhirnya sudah sampai di bandara, Susi pun segera menuju ke loket check ticket dan segera menunggu di ruang tunggu karena waktu tinggal sedikit. Tiba di bandara, Silvia ini merasa kedinginan, dan lupa membawa jacket maka Susi juga merasa takut melihat adiknya ini Silvia tidak kuat untuk menahan kedinginan di atas pesawat nanti, maka Susi juga memarahin Silvia bahwa kenapa kamu tadi tidak mengambil jacket sebelum berangkat, kamu jangan membuat beban lagi dik.

Nanti kita sudah sampai di sana baru kakak beliin jacket untuk kamu saja dik, dna kamu sementara nie pakai jacket kakak dik. Ketika Susi menawarkan jacketnya untuk Silvia, Silvia tidak menginginkan jacket itu tetapi Silvia selalu ingin di peluk oleh ibunya dan abangnya Surya. Maka Susi tetap menyuruh Silvia memakai jacket itu dan Silvia tetap menolak, maka Suami Silvia juga menyuruh Silvia bersama Charles agar tidak merasa kedinginan bagi Silvia, maka Charles menyuruh Susi memakai jacket tu kembali.

Maka akhirnya pesawat juga berangkat ke kota Philipina, dan Ibu Susi dengan adik” nya belum pernah menaiki pesawat maka pertama inilah mereka baru menaik pesawat dan rasanya mereka sangat senang, dan Surya hanya tetap duduk di samping ayahnya dan Surya memulai rasa ngantuk begitu juga Silvia juga merasa sudah ngantuk, maka mereka berdua akhirnya tidur di pesawat sampai tujuan Bandara Philipina dan mereka mungkin belum pernah menduduki pesawat jdai mereka gampang tertidur, ujar Susi kepada Suaminya.

Beberapa jam kemudian, pesawat yang di tumpangi oleh Susi dengan kleuarganya juga sampai di bandara Philipina dan Charles segera membangunkan Silvia dan Surya kalau kita semua sudah sampai di Philipina. Jadi kalian segera mengambil barang kalian masing” dan jangan sampai ketinggalan lagi iya, ujar dari Charles. Dan mereka pun segera turun dari pesawat dan mereka menikmati suasana di kota Philipina ini, tak lama kemudian mereka semua sampai di depan bandara dan menunggu mobil yang sudah di pesan oleh Susi.

Mobil yang menjemput keluarga Susi untuk ke rumah sakit juga sudah datang, oang tua Susi pun segera masuk ke dalam mobil dan juga sambil tidur di dalam mobil, sedangkan Surya bersama Silvia ini juga melanjutkan tidur mereka di sepanjang jalan menuju rumah sakit. Ketika sampai di rumah sakit, ayah Susi segera meletakkan di kursi roda dan segera membawa ke ruangan periksa tubuh. Ibu susi, dan anak”nya menunggu di depan ruangan kamar dan sambil menunggu hasil dari dokter.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian : 

( Part 9 )


Kisah Anak Kecil Yang Baik Hati

Kisah Anak Kecil Yang Baik Hati

( Part 7 )



Ketika Susi mengeluarkan ayahnya dari rumah sakit ini, Susi membawa pulang ke rumah dan Susi segera telepon dokter luar negeri. Maka setelah Susi telepon dokter luar negeri da nada di kantornya, maka Susi juga mencari tiket pesaawat untuk ke Philipina untuk mengobati dan cek penyakit pada ayahnya. Susi pun bertanya kepada ayahnya, “ ayah, kenapa ayah bisa mengalami tumor otak? Kemarin aku lihat ayah biasa” saja kok yah, apa ayah tidak menjaga kesehatan dengan baik iya?
Maka ibu akan mengatakan kepada Susi :

Ibu : nak, ayah kamu kemarin memang sehat nak ketika kamu baru menikah, jadi kan kalau penyakit itu bisa datang secara tiba” nak. Apa ayah sakit harus bilang kepada kamu nak? Sedangkan ayah kamu sendiri saja tidak tahu penyakit sendiri loh nak, makanya ibu dan adik kamu mengetahui ketika ibu menyuruh tetangga membawa ayah kamu ke rumah sakit nak.


Susi : iya tapi bu, kan belum tentu juga kalau ayah mengalami tumor otak bu. Sedangkan kemarin tetangga Susi saja kata dokter ada batu ginjal yang sangkut di perutnya, tetapi di periksa ke luar negeri rupanya bukan bu. Kita jangan terlalu percaya dengan dokter bu. Kita boleh percaya dengan dokter maksimal 70% saja bu, dan 30% jangan terlalu percaya bu.

Ibu : jadi menurut kamu yang terbaik gimana? Ibu pasrah saja nak, yang penting ibu ingin melihat ayah kamu sehat kembali dan ibu ingin mencari biaya yang sederhana saja nak.
Susi : ibu tenang saja sama Susi, Susi sudah telepon dokter luar negeri bu, dan kita akan berangkat 2 hari lagi bu. Jadi sementara ibu, ayah, dan adik nginap di rumah Susi dulu iya bu. Biar biaya ayah nanti Susi yang tanggung bu.

Ibu : okelah kalau begitu nak, ibu juga merasa capek, dan ibu ingin beristirahat dulu iya nak.
Susi : oke bu, biar Susi yang menjaga ayah bu.
Sebelum berangkat ke luar negeri besok pagi hari, maka Susi dengan suaminya membawa Ibunya pulang ke rumah untuk membawa baju serap buat di luar negeri, karena ke luar negeri tidak begitu cepat untuk kembali, karena Susi ingin mengetahui kepastian pada jenis penyakit di dalam tubuh ayahnya. Maka Susi juga membeli perlengkapan kepada ibunya, dan adik” nya nanti di malam hari nanti. Susi bersama Suaminya sedang berunding untuk melakukan perobatan ayahnya Susi ini.

Susi : sayang, aku sudah pesan 5 ticket pesawat untuk pergi ke Philipina yank. Jadi nanti kita di sana mau nginap di hotel atau menyewa rumah di sana saja sayang?
Charles : iya itu tergantung sayang saja, sayang ingin tingal dimana, nanti kita pertimbangkan dengan ibu sayang nanti. Jadi kita harus persiapan buat ibu sayang dulu beli makanan ringan untuk membawa ke dalam pesawat dan dalam perjalanan.

Susi : ywudah sayang kalau begitu gimana kita nanti malam kita ke mall membawa mereka beli baju buat adik” aku sayang. Dan aku tau sayang pasti ibu tidak beli baju yang begitu banyak buat adik aku sayang. Nanti kita belikan buat mereka iya sayang.
Charles : ywudah kalau begitu sayang, kalau begitu yuk kita pergi ke kamar Istirahat sayang. Biar aku yang panggil bibi menjaga ayah sayang.
Susi : yuk sayang, tapi nanti malam kita juga sambil menyusun baju kita sayang.

Ketika Susi sudah berundi dengan suaminya yang bernama Charles ini ingin memberikan barang buat ibu dan adik” nya, karena Susi juga merasa kasihan melihat adik memakai baju yang biasa saja. Sedangkan Silvia ini memang anak yang polos dan tidak ingin memakai barang yang sangat bagus atau cantik, namun Silvia ini ingin memakai yang sederhana yang penting rapi bagi hidupnya.
Tiba di malam hari, Susi membangunkan ibunya dari kamar tidur dan menyuruh ibunya segera mandi dan Susi membawa mereka semua pergi makan malam dan sekalian belanja di supermarket. Maka ibu Susi mengatakan, “ nak, ibu tidak membawa uang nak, jadi ibu tidak mau ikut kalian pergi ke mall iya nak.

Susi : tidak apa – apa bu, biar Susi yang bayar semuanya bu. Aku ingin membelikan baju yang cantik buat ibu membawa di sana bu. Dan Susi merasa aneh terhadap adik kecilnya Silvia karena dari adi dia diamkan diri, dan duduk di ruang tamu, dan Susi berkata “ adik, cepat pergi mandi sana, nanti kamu ikut kakak dengan ibu pergi ke mall dik.
Ibu : tidak usah nak, ibu sudah cukup baju ibu yang banyak di rumah ibu nak, jadi jangan beliin baju buat ibu lagi iya nak.


Kisah ini akan di lanjutkan pada bagian :

 ( Part 8 )


Kisah Anak Kecil Yang Baik Hati

Kisah Anak Kecil Yang Baik Hati

( Part 6 )



Pada saat adik Susi sedang makan, Susi melihat mereka masih saja belum mandi, dan Susi juga memarahi adiknya bahwa kalian kok jorok kali adik, kakak tadi kan sudah bilang. Kalian mandi dulu, lalu makan, agar kalian makan itu bersih adik. Kakak pusing deh adik lihat kalian berdua, ywudah cepat makan sana dan pigi mandi. Biar nanti kakak yang bilang kepada ibu kalau kalian berdua lagi di rumah kakak saja. Jadi kalian jangan lama” lagi, karena ini sudah sore adik.

Maka Surya dengan Silvia pun segera makan dan juga pergi mandi, dan Susi bersama suaminya akan menjemput mereka berdua ke rumah sakit tempat ayahnya Susi sekarang ini. Setelah Surya dengan Silvia selesai mandi, dan Susi pun segera menyuruh adik” masuk ke dalam mobil dan segera menuju ke rumah sakit. Tiba di rumah sakit, orang tua Susi sudah menunggu Surya dan Silvia kok lama kali iya jam segini kok belum balik iya? Tak lama kemudian, ibu melihat Surya dengan Silvia balik ke rumah sakit dan melihat mereka bersih.


Jadi tak lama ibu melihat Susi bersama suaminya menuju ke rumah sakit, dan ibu Susi bertanya kepada Susi kenapa kamu bisa kemari nak? Dan kamu tahu kalau ibu ada di rumah sakit? Maka Susi juga menjawab pertanyaan ibu, “ bu, aku di sini di bawa oleh adik Susi bu, mereka tadi siang datang ke rumah Susi bu. Bu, Susi minta maaf iya bu, kalau Susi ketika sudah menikah tidak pulang ke rumah lagi, dan tidak ada kabar untuk ibu.

Ibu : nak, tidak apa – apa. Tujuan ibu ingin melihat kamu bahagia bersama suami kamu nak, jadi kamu tidak perlu mengkhawatir kepada ibu dan adik” kamu iya nak.
Susi : iya bu, tapi aku berjanji mulai hari ini aku dengan suami aku akan pulang ke rumah ibu dan kita kumpul bersama dan makan bersama bu. Oh iya bu, gimana keadaan bapak sekarang ini bu?
Ibu : baguslah nak, kalau kamu bisa memikir seperti itu, ibu sangat senang kepadamu nak, dan ayah kamu sedang tidak ada kabar dari dokter nak. Dan tadi ada receptions kabari ke ibu, kalau ayah ingin di operasi nak, dan ibu tidak ada uang sebanyak yang dokter inginkan nak. Dokter bilang biaya operasi di atas 100 juta nak, sedangkan uang ayah kamu kepada ibu z cuman 3 juta nak.

Susi : ha, memangnya operasi apa bu kok biayanya sebanyak itu bu? Dan gimana ibu bisa mengetahui kalau ayah mengalami tumor otak bu?
Ibu : ibu kemarin kan pertama kali membawa ayah kamu ke rumah sakit dan di cek oleh dokter kalau ayah memiliki tumor otak nak, dan ibu bertanya kepada dokter kalau biaya operasi berapa? Lalu dokter mengatakan minimal 100 juta ke atas nak.

Susi : aku tidak percaya kalau ayah mengalami tumor otak bu, kalau memang sejenis tumor otak, itu ingatnnya kadang bisa lupa bu. Kan ayah ingatannya masih bagus bu. Nanti aku yang bilang kepada dokter bahwa nanti ayah akan aku bawa ke luar negeri untuk cek lebih lanjut bu, agar lebih memastikan bu.
Ibu : nak, kamu jangan merepotkan ayah kamu lagi, sekarang ayah kamu sudah krisis nak, gimana mau bawa ke luar negeri.

Susi : sudah bu, ayah akan serahkan kepadaku aja bu, biar aku yang mengatasi biaya semua ayah nanti bu.
Maka Susi pun segera menuju ke loket administrasi untuk sementara kamar ayah aku akan di pending dulu iya, karena akan mau membawa pasien ayahnya ke luar negeri untuk cek lebih lanjut, dan aku akan segera membawa ayah aku kembali di sini. Dan akhirnya pihak rumah sakit pun mengizinkan ayahnya di bawa ke luar negeri untuk cek bahwa apa benar ayah Susi ada mengalami tumor otak di kepala ayahnya atau tidak. Maka Susi pun segera menuju ke bank untuk Tarik uang biaya rumah sakit dalam beberapa hari ini di tinggal oleh ibu dan ayahnya.


Kisah ini akan di lanjutkan kepada bagian :

 ( Part 7 )